Kreativitas Sumatera Utara menuju pasar mancanegara

7 hours ago 2
Kini, tantangannya adalah bagaimana kreativitas tersebut terus dikembangkan, diperkuat melalui kolaborasi, dan dipertemukan dengan pasar yang lebih luas.

Medan (ANTARA) - Suara mesin penggiling biji kopi terdengar dari salah satu sudut sebuah pusat perbelanjaan di Kota Medan. Bunyi itu berpadu dengan aktivitas barista yang sibuk meracik minuman untuk pengunjung.

Aroma kopi dari dataran tinggi Sumatera pun menyeruak di antara deretan stan yang memenuhi area tersebut. Sesekali, pengunjung berhenti untuk melihat, mencicipi, hingga membeli berbagai produk yang ditawarkan.

Namun, area itu tidak hanya menyuguhkan beragam jenis kopi. Berbagai produk makanan dengan kemasan kekinian juga tersusun rapi di rak-rak yang tersedia.

Produk kreatif lainnya turut dipamerkan, memperlihatkan beragam potensi usaha yang tumbuh dari tangan para pelaku UMKM Sumatera Utara.

Di balik setiap stan, terdapat cerita tentang kreativitas dan ketekunan para pelaku usaha yang terus berupaya mengembangkan produknya. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara terbatas kini mulai diperkenalkan kepada konsumen yang lebih luas.

Upaya memperluas pasar itu salah satunya difasilitasi melalui Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU), yang diprakarsai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

KKSU menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang lebih luas menuju pasar nasional dan mancanegara.

Hal itu dirasakan Jansen Tanuwijaya, pemilik usaha olahan teri asal Medan. Bagi Jansen, KKSU bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang untuk membuka peluang dan memperluas jaringan bisnis.

Melalui kegiatan tersebut, produk olahan terinya mulai berinteraksi dengan calon pembeli dari luar negeri, salah satunya dari Malaysia.

“Sempat ada komunikasi dengan pihak Malaysia dan sudah ada penandatanganan nota kesepahaman. Saat ini masih dalam tahap penjajakan,” katanya.

Sebagai anak nelayan di Belawan, Jansen juga pernah bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia dengan menyediakan produk olahan ikan teri sebagai sajian bagi penumpang pada rute Medan-Jakarta.

Ia juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan pembeli dari Jepang melalui fasilitasi Bank Indonesia dan sejumlah mitra swasta lainnya.

“Kami siap jika permintaan semakin banyak. Bahan baku kami melimpah karena berasal dari keluarga dan jaringan nelayan. Tinggal diolah menjadi berbagai varian rasa,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Loli Saragih, pemilik usaha kopi asal Kabupaten Simalungun. Menurutnya, KKSU bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.

Baginya, kopi Simalungun memang belum seterkenal kopi Gayo, Lintong, maupun Sidikalang. Namun, ia meyakini kopi dari wilayah tersebut memiliki kualitas dan karakter tersendiri.

“Ciri khas kopi Simalungun dari jenis arabika adalah tingkat keasamannya yang kuat. Kami menilai prospeknya ke depan semakin baik,” ucapnya.

Seiring meningkatnya minat petani untuk menanam kopi, produksi kopi di wilayah tersebut juga terus berkembang. Saat ini, produk kopi yang dipasarkannya telah mencapai sekitar 200 kilogram per bulan untuk tujuan Malaysia. Ke depan, ia menargetkan perluasan pasar ke China.

Menurutnya, KKSU memiliki peluang besar untuk memperluas pemasaran produk UMKM, dari tingkat lokal hingga mancanegara.

Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memberikan pelatihan dan edukasi, pendampingan dalam pengemasan, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.

Baca juga: PRSU, dari panggung budaya ke etalase ekonomi Sumatera Utara

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |