Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur menargetkan sterilisasi 2.200 ekor kucing sepanjang tahun 2026 untuk menekan populasi hewan itu.
"Tahun ini target sterilisasi kucing sebanyak 2.200 ekor, ini sebagai upaya menekan populasi kucing liar," kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 dengan jumlah 2.000 ekor kucing. Taufik optimistis target tahun ini akan tercapai.
Menurut dia, laju pertumbuhan populasi kucing, terutama kucing liar masih cukup tinggi, sehingga program sterilisasi menjadi langkah penting dalam pengendalian populasi.
"Tahun lalu berhasil terealisasi 2.314 ekor kucing. Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai, bahkan lebih," ujarnya.
Taufik merinci, dari total target tahun ini terdiri dari 1.700 ekor kucing jantan dan 500 ekor kucing betina.
Baca juga: Sudin KPKP Jaktim sterilkan ribuan ekor kucing hingga September 2025
Untuk pelaksanaan sterilisasi kucing jantan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai komunitas dan klinik hewan, seperti Komunitas Pecinta Kucing Sehati (KPKS), Let’s Adopt, dan sejumlah mitra lainnya.
Sedangkan, sterilisasi kucing betina dilakukan melalui kerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
"Kolaborasi dengan komunitas dan tenaga profesional sangat membantu percepatan dan efektivitas program sterilisasi ini," ucap Taufik.
Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita menambahkan, program sterilisasi tahun 2026 diawali dengan kegiatan Tangkap-Steril-Lepaskan (Trap-Neuter-Return/TNR).
Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Induk Kramat Jati pada 28 Januari lalu dengan target sebanyak 200 ekor kucing liar.
"Setiap kegiatan sterilisasi kami melibatkan sekitar 30 personel gabungan. Mereka dibagi sesuai tugas masing-masing," kata Ellita.
Menurut Ellita, proses sterilisasi kucing jantan memerlukan waktu sekitar 20-30 menit per ekor setelah pembiusan. Sementara itu, kucing betina membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 30-40 menit.
"Melalui sterilisasi ini kita ingin populasi kucing di Jakarta Timur dapat terkendali," ucap Ellita.
Baca juga: 13.500 hewan penular rabies di DKI sudah jalani sterilisasi
Baca juga: Tekan populasi, 2.000 kucing di Jaktim jadi target sterilisasi
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































