Kotim resmikan operasional gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 01

9 hours ago 5

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah meresmikan pemanfaatan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 yang ditandai dengan kegiatan open house dan pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Hari ini kita mengikuti kegiatan open house sekaligus pra-MPLS Sekolah Rakyat mulai jenjang SD, SMP, sampai SMA. Kita bersyukur Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah yang dinilai memenuhi syarat oleh Kementerian Sosial untuk memiliki Sekolah Rakyat,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Kamis.

Tahun ini merupakan tahun kedua program Sekolah Rakyat ada di Kotim. Sebelumnya, seluruh kegiatan Sekolah Rakyat dilaksanakan di lokasi sementara, yakni di eks asrama haji di Kompleks Islamic Center Kotim.

Kini kegiatan Sekolah Rakyat dipindahkan secara bertahap ke gedung baru SRT 01 Kotim yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang.

Halikinnor menjelaskan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

Baca juga: Kemensos targetkan pembangunan SR di Kabupaten Landak pada Oktober

Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 atau masyarakat miskin sehingga mereka tetap dapat mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita melalui pendidikan yang berkualitas.

Seluruh kebutuhan peserta didik selama menempuh pendidikan ditanggung pemerintah, mulai dari tempat tinggal, makan tiga kali sehari, makanan selingan dua kali, hingga perlengkapan belajar, termasuk penyediaan satu unit laptop bagi setiap siswa.

“Semuanya ditanggung oleh negara. Makan, tidur, tinggal di sini. Bahkan orang tuanya juga diberikan stimulan untuk usaha. Program ini bukan hanya peningkatan sumber daya manusia, tetapi sekaligus pengentasan kemiskinan ekstrem," ucapnya.

Kepala SRT 01 Kotim Nikkon Bhastari menyampaikan pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima 270 peserta didik baru, terdiri atas 50 siswa SD, 117 siswa SMP, dan 103 siswa SMA, di luar peserta didik cadangan.

Sebelumnya Sekolah Rakyat telah memiliki 100 siswa angkatan pertama yang terdiri atas 50 siswa SD dan 50 siswa SMA, sehingga jumlah peserta didik terus bertambah seiring pengembangan program.

Baca juga: Sebanyak 60 siswa SRMA1 belajar di SRT 3 Provinsi Aceh

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |