Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengurus KORPRI Nasional meluncurkan Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarga sebagai langkah nyata mendukung peningkatan kualitas kesehatan aparatur negara dan keluarganya.
"Program ini merupakan kontribusi penting KORPRI dalam mendukung agenda nasional, khususnya komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat. ASN harus menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat," ujar Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Zudan Arif Fakrullah dalam acara peluncuran program itu di Jakarta, Jumat.
Dengan vaksinasi kanker serviks itu, lanjutnya, KORPRI ingin memastikan ASN perempuan dan keluarga ASN terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Berikutnya, Zudan menyampaikan kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia.
Baca juga: Studi: Vaksin HPV efektif cegah kanker serviks hingga 80 persen
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2024, kata dia, menunjukkan ada lebih dari 36.000 kasus baru setiap tahun dengan angka kematian lebih dari 50 persen. Padahal, penyakit tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi HPV yang aman dan efektif.
Ia mengatakan Program bertajuk 1 Juta Vaksinasi HPV untuk ASN menyasar ASN perempuan usia 18–45 tahun, istri ASN yang memenuhi syarat medis, dan anak perempuan ASN usia 9–15 tahun.
Tahap awal penerima vaksin dilakukan melalui pilot project di delapan provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Setelah itu program akan diperluas dengan target nasional satu juta vaksinasi untuk menciptakan perlindungan menyeluruh di lingkungan ASN.
Baca juga: Wamen PPPA ajak tokoh agama turut lawan hoaks tentang kanker serviks
Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan (Wamenks) Dante Saksono Harbuwono menegaskan vaksin tersebut merupakan hal yang bernilai penting dan pihak Kemenkes sudah melakukan program untuk memberikan vaksinasi itu kepada anak-anak di bawah 15 tahun.
"Ada 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia dan 70 persen diantaranya sudah masuk ke dalam stadium lanjut. Kalau program ini jalan, seluruh masyarakat Indonesia 90 persen anak-anak di bawah 15 tahun itu disuntik oleh vaksin serviks, maka nanti pada tahun 2030 kita bisa mengeliminasi kanker serviks," ujar Wamenkes Dante.
Lalu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang juga hadir dalam acara peluncuran program itu mengapresiasi pelaksanaan program KORPRI. "Dengan melakukan vaksin kanker serviks, maka kita akan mewujudkan perempuan yang sehat," ucapnya.
Baca juga: Kemenkes: ACTIVE 2.0 perkuat progres eliminasi kanker serviks
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































