Komnas HAM dorong pertanggungjawaban dan pencegahan kekerasan aparatur

4 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Amiruddin mendorong penguatan upaya pertanggungjawaban secara hukum dan politik terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kekerasan oleh aparatur negara, sekaligus mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.

"Politik Indonesia memang penuh dengan kekerasan. Oleh karena itu, penting bagi kita bersama untuk tetap menyuarakan agar kita bisa terhindar atau mengurangi kekerasan ini," ujar Amiruddin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Amiruddin saat memberikan pidato pembukaan dalam Diskusi Publik Penyintas "Melawan Kekerasan Negara dalam Keseharian" yang diselenggarakan ILUNI Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Senin (21/9), mengatakan upaya mencegah kekerasan perlu disertai mekanisme pertanggungjawaban terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab, sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

"Di sisi yang lain, sangat penting untuk kita menyuarakan menentang kekerasan terutama meminta pertanggungjawaban baik secara hukum maupun politik orang-orang yang diduga sebagai penanggungjawab dari kekerasan ini," ujar Amiruddin.

Ia menyoroti adanya laporan atau peristiwa kekerasan yang kembali muncul di berbagai tempat dan dalam beragam bentuk.

Menurut ia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya pencegahan agar kekerasan tidak terus berulang.

"Belakangan kita kembali merasakan, melihat, dan mendengar bagaimana kekerasan berulang di berbagai tempat dalam berbagai macam bentuk. Inilah kenyataan hari ini," ujar Amir.

Amiruddin juga mendorong ruang-ruang diskusi publik menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan mendorong pertanggungjawaban serta pencegahan kekerasan.

"Saya harap dengan adanya kegiatan ini, kita bersama bisa kembali mengingatkan supaya kekerasan ini dipertanggungjawabkan dan juga dicegah untuk ke depan. Mudah-mudahan ini bergulir ke depan sehingga kita bisa membuat ini sebagai gelombang untuk menuntut yang namanya penghentian kekerasan dan pertanggungjawabannya," katanya.

Ia turut mendorong keterlibatan mahasiswa dalam upaya pencegahan kekerasan dan menyampaikan aspirasi terkait perlindungan hak asasi manusia.

"Upaya kita bersama di kampus dengan melibatkan teman-teman yang muda adalah supaya kekerasan ini tidak terus berulang tentu penting kiranya bagi kita mengartikulasikan apa yang ingin kita tuntut dari negara terhadap kekerasan-kekerasan yang sering terjadi ini," ujarnya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |