Jakarta (ANTARA) - Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) membantu penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatra yang diberikan oleh anggota ekstrakurikuler Pecinta Alam (Elpala) dan Paguyuban Alumni SMA Negeri 68 Jakarta.
Penyerahan bantuan berupa makanan dan susu itu dilakukan pada Sabtu ini, kemudian dijadwalkan berangkat menggunakan KRI Semarang-594 pada Senin (22/12).
Pengiriman bantuan melalui KRI Semarang-594 dipilih untuk memastikan distribusi berjalan aman dan tepat sasaran. Diharapkan, bantuan tersebut dapat segera diterima oleh masyarakat terdampak sebagai bagian dari operasi kemanusiaan nasional.
“Ini bukan sekadar pengiriman logistik, tetapi juga pesan moral bahwa para pelajar dan alumni tidak tinggal diam melihat penderitaan di daerah bencana,” ujar Pendiri Elpala SMA 68 Jakarta, Dar Edi Yoga, saat mendampingi proses penyerahan bantuan dalam keterangan tertulis.
Dari unsur pelajar, Elpala SMA 68 diwakili langsung oleh Ketua Elpala, Dafa Maheswara beserta Tiffany Sheena, Galuh Parto Legawa, Muhamad Sabil, Naufal Chidqi Kamil, dan Syahira Putria Adantie.
Dafa menyampaikan bahwa keterlibatan anggota Elpala menjadi bagian dari pembelajaran nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan solidaritas kebangsaan.
“Kami ingin belajar langsung tentang arti empati dan tanggung jawab sosial. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para korban bencana,” kata Dafa.
Sementara itu, Paguyuban Alumni SMA 68 yang diketuai Iqbal Wilis menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan aktif generasi muda dalam aksi kemanusiaan.
"Alumni menilai kolaborasi ini memperkuat ikatan emosional antara pelajar, alumni, dan masyarakat luas," kata dia.
Baca juga: Kado Elpala SMA 68 dari puncak Elbrus Rusia untuk Indonesia
Baca juga: Organisasi pecinta alam Elpala serukan kelestarian alam di usia ke-39
Baca juga: Melihat dapur KRI Banda Aceh, tempat diolahnya menu MBG
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































