Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan bersama Unicef yang juga menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar berkolaborasi melakukan upaya pencegahan infeksi Human Papillomavirus (HPV) pada remaja di Kota Makassar.
Sejumlah program dan kegiatan digelar, mulai dari pengenalan HPV sebagai virus penyebab kanker serviks, hingga upaya pencegahannya melalui imunisasi HPV.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Muhammad Yusri Yunus di Makassar, Minggu menyebut bahwa sejumlah mitra seperti Unicef dan AJI Makassar bekerjasama melakukan kampanye pencegahan kanker serviks dengan imunisasi HPV, khususnya pada anak dan remaja.
"Kita terus melakukan upaya kolaborasi agar anak-anak kita memiliki badan yang sehat, termasuk mentalnya terhadap gempuran dunia serba digital saat ini," kata Yusri.
Baca juga: PTDI salurkan 880 sembako pada penyintas HIV-warga sekitar
Upaya kolaborasi itu salah satunya lewat talkshow bertema "Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Remaja Sejak Dini” (Kenali HPV, Jaga Mental, Lindungi Masa Depan) yang menghadirkan seratusan siswa SMA dan melibatkan kelompok remaja seperti Pramuka, OSIS dan PMR.
AJI Makassar bekerja sama UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku menginisiasi talkshow ini sebagai salah satu media yang efektif untuk menyampaikan informasi secara luas, interaktif, dan inklusif.
"Dari kegiatan ini, akan kami tindaklanjuti dengan pelaksanaan imunisasi HPV untuk sekitar 1000 siswa SMA bekerjasama PKK Sulsel," tambah Yusri.
Kata Yusri, kesehatan mental remaja juga menjadi isu yang semakin penting untuk dibahas saat ini. Tekanan sosial, akademik, dan perkembangan psikologis dapat mempengaruhi kesejahteraan mental remaja.
Baca juga: Dinkes Papua Tengah optimalkan deteksi dini HIV di puskesmas
Kurangnya literasi kesehatan mental seringkali membuat remaja tidak mampu mengenali dan mengelola kondisi emosionalnya dengan baik.
Pada upaya pencegahan kanker serviks maupun kesehatan mental, Yusri menegaskan perlunya penguatan edukasi di tingkat remaja agar Indonesia memiliki generasi penerus yang sehat sejak dini.
Pada talkshow tersebut, turut hadir Psikolog Bidang Klinis dan Forensik Biro Daya Potensia Indonesia Sitti Annisa M Harusi yang mengemukakan bahwa kebanyakan remaja saat ini lebih mementingkan penilaian orang lain dibanding kenyamanan dirinya sendiri, hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas penggunaan gawai yang mengakibatkan productivity toxic di tengah masyarakat, utamanya remaja.
"Jika ingin melakukan sesuatu, remaja hendaklah bercermin dan menanyakan pantulan cermin itu, seperti apa keinginan dan kebutuhannya. Ini akan melahirkan generasi yang kuat secara mental untuk memastikan dia bertanggung jawab atas dirinya," urainya.
Baca juga: Denmark jadi negara pertama UE bebas penularan HIV ibu ke anak
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































