Manado (ANTARA) - Prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama masyarakat membersihkan rumah warga dan jalan yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Tanaki, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Kegiatan pembersihan yang dimulai sejak pagi hari tersebut sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak bencana yang mengakibatkan tertutupnya akses jalan serta terganggunya aktivitas masyarakat," kata Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf. Daniel ES Lalawi di Manado, Rabu.
Sasaran utama kegiatan difokuskan pada pembersihan material lumpur, sampah, dan puing-puing yang menutupi permukiman warga maupun jalur transportasi desa.
TNI bersama masyarakat, kata dia, bekerja secara terpadu dan bergotong royong bersama mempercepat pemulihan kondisi wilayah yang terdampak bencana.
Selain membersihkan rumah warga, juga melaksanakan normalisasi akses jalan desa agar dapat kembali dilalui kendaraan serta memudahkan mobilitas masyarakat.
Baca juga: 65 personel TNI Kodam Merdeka bantu pemulihan bencana di Pulau Siau
"Upaya ini diharapkan mampu membantu warga untuk segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal," ujar Kapendam.
Salah satu prajurit Kodam XIII/Merdeka yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran TNI merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu warga yang terdampak bencana. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai prajurit TNI untuk selalu berada di tengah masyarakat dan meringankan beban mereka,” ujarnya di sela-sela kegiatan pembersihan.
Secara keseluruhan, kegiatan pembersihan rumah warga dan jalan di Desa Tanaki berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Baca juga: Kodam Merdeka: 14 orang meninggal usai banjir bandang Pulau Siau-Sulut
"Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus terjalin dalam rangka mempercepat pemulihan pascabencana serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro," kata Kapendam.
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































