Keuntungan transplantasi hati dari donor hidup

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Dokter bedah umum spesialis hepato-pankreato-bilier dan transplantasi dari Gleneagles Hospital Singapore, Tan Ek Khoon, menyampaikan bahwa transplantasi hati dari donor hidup (Living Donor Liver Transplant/LDLT) memberikan keuntungan bagi pasien yang membutuhkan organ hati sehat.

"Donor hidup memungkinkan Anda untuk merencanakan waktu operasi dan biasanya memungkinkan untuk dilakukan pada hari yang lebih awal daripada donor yang meninggal," katanya dalam acara diskusi mengenai penyakit hati di Rumah Sakit Medistra Jakarta pada Kamis.

Menurut dia, transplantasi hati dari donor hidup memungkinkan pelaksanaan operasi transplantasi yang terjadwal, sehingga pasien dapat dipersiapkan secara optimal.

Ia juga mengatakan bahwa bahwa donor hati yang sehat bisa memberikan organ berkualitas tinggi dengan waktu iskemik dingin (waktu tanpa aliran darah) yang lebih pendek.

Sedangkan pendonoran hati dari orang yang sudah meninggal, dokter Tan menjelaskan, memerlukan persetujuan dari organisasi di bawah negara.

Di samping itu, pasien penerimanya harus lebih dulu masuk daftar tunggu, sehingga prosedurnya membutuhkan waktu lama.

Ia mengemukakan bahwa donor hati dari orang yang sudah meninggal masih terbatas di negara Barat yang lebih bebas, dan di wilayah Asia yang warganya mengutamakan kekeluargaan tindakan itu umumnya belum banyak dilakukan.

​​​​​​​Baca juga: Inovasi operasi penyakit hati tingkatkan harapan hidup pasien

Baca juga: RSCM jadi pengampu prosedur transplantasi hati

Dokter Tan mengatakan bahwa donor hati bisa dilakukan oleh orang terdekat yang memiliki hubungan darah seperti orang tua kepada anak maupun pasangan yang punya ikatan emosional seperti suami ke istri.

"Untuk donor hidup, Anda membutuhkan seseorang yang bisa mendonasi dan orang itu memiliki ahli keluarga atau seseorang yang berhubungan emosional seperti suami atau saudara, itu juga masih dianggap sebagai ahli keluarga yang bisa mendonasi," kata dokter yang berpraktik di Mount Elizabeth Hospital Singapura itu.

Menurut dia, secara umum orang yang sehat secara fisik dan mental serta berusia antara 18 tahun dan 75 tahun bisa menjadi donor hati.

Orang dengan kriteria tersebut, termasuk di antaranya kerabat, teman, pasangan, atau bahkan orang yang asing bagi pasien, bisa menjadi memberikan sebagian hati kepada pasien yang membutuhkan transplantasi.

Karena punya kemampuan regenerasi yang luar biasa, hati bisa tumbuh kembali setelah sebagian organ didonorkan untuk pasien yang butuh transplantasi.

Baca juga: Syarat bagi orang yang hendak menjalani transplantasi hati

Baca juga: RSCM pastikan pendonor transplantasi hati bisa hidup normal dan sehat

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |