Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Woo Won-Shik di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis.
Kunjungan kenegaraan itu dilakukan guna mempererat hubungan bilateral antara negara sekaligus membahas beberapa isu seperti isu pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan (Korsel).
"Atas nama Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Republik Korea yang telah membuka peluang kerja bagi puluhan ribu pekerja migran Indonesia di berbagai sektor," kata Puan yang didampingi jajaran anggota DPR saat menyambut Woo Won-Shik di gedung parlemen seperti dikutip siaran pers resmi yang diterima di Jakarta.
Menurut Puan, pihaknya sangat memperhatikan soal perlindungan PMI di sampai saat ini masih berada di Korea Selatan.
Beberapa yang menjadi perhatiannya mulai dari peningkatan pelatihan pra-keberangkatan, pengawasan kondisi kerja di lapangan, hingga penegakan hukum bila terjadi pelanggaran.
Pihaknya, kata Puan, juga sangat mengapresiasi upaya perlindungan PMI yang telah dilakukan pemerintah Korea Selatan sejauh ini.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah Korea Selatan dalam memperbaiki regulasi ketenagakerjaan bagi pekerja asing dan kerjasama yang erat dengan perwakilan Indonesia di Seoul untuk memastikan setiap pekerja migran Indonesia di Korea dapat bekerja dengan aman, bermartabat, dan mendapat hak-haknya secara penuh,” urainya.
Lebih lanjut, Puan juga menyoroti kerjasama bilateral dan kerjasama antar-parlemen Indonesia-Korsel yang terus berkembang pesat. Untuk diketahui, hubungan diplomatik RI-Korsel telah terjalin selama 53 tahun.
“Hari ini, Indonesia dan Republik Korea adalah mitra strategis khusus yang akan terus bekerjasama untuk memberikan manfaat langsung bagi rakyat kedua negara,” jelas Puan.
Karenanya, Puan berharap kemitraan Indonesia dengan Korsel tidak semata kepentingan pragmatis, tetapi juga didasari oleh kesamaan nilai, seperti demokrasi, penghormatan hukum dan HAM, serta komitmen pada kerjasama multilateral yang adil dan berbasis aturan.
“Komitmen yang menjadi semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini," jelas Puan.
Dalam sektor perdagangan, Puan menyebut DPR menekankan pentingnya upaya bersama untuk memangkas hambatan non-tarif, termasuk penyelarasan standar dan sertifikasi yang akan memperlancar arus perdagangan bilateral.
“Kami berharap langkah ini meningkatkan akses produk unggulan kedua negara ke pasar satu sama lain. Saya yakin Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat kepastian usaha melalui penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi investasi,” ucap Puan.
“Melalui sinergi kebijakan pemerintah dan dukungan parlemen kedua negara, kerjasama ekonomi Indonesia dan Korea akan memasuki fase baru yang lebih strategis dan saling menguntungkan,” lanjutnya.
Sementara itu, Woo Won-Shik menyatakan Korea Selatan ingin terus berinvestasi di Indonesia. Korsel juga disebut akan terus mendukung pembangunan di Indonesia agar RI bisa mencapai target Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Puan apresiasi penghargaan dari Korsel kepada PMI Sugianto
Baca juga: Puan: Revisi UU Pilkada belum dibahas karena pelaksanaannya masih lama
Baca juga: Ketua DPR: APBN 2026 harus buat pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas
Pewarta: Walda Marison
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































