Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Keterbatasan akses pascabanjir bandang dan tanah longsor tidak menghalangi semangat petani di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, untuk menjual kemiri ke tengkulak.
Ismail (65) dan Aminah (42) tampak menyeberangi jembatan darurat, Rabu, sambil memanggul karung kemiri hasil kebunnya. Mereka memangggul kemiri itu untuk dijual ke tengkulak yang telah menunggu di seberang sungai.
Kepada ANTARA, Aminah menyebut kemiri tersebut merupakan hasil panen sebelum bencana hidrometeorologi melanda daerahnya pada akhir tahun lalu. Kemiri yang dijualnya itu adalah sisa yang tidak terbawa arus banjir.
“Ini kemiri sudah lama, sebelum musibah hari itu kejadian sudah dibawa ke rumah. Ini pun sudah hanyut dari depan rumah itu. [Jadi, ini] kumpulin lagi, makanya sayang ini enggak dijualkan,” tuturnya.
Menurut Aminah, jumlah kemiri yang dijualnya kali ini lebih sedikit dibanding sebelumnya. “Sikit-lah, cuma satu karung ini cuma,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Ismail. “Ini kemiri yang jatuh dulu [sebelum banjir]. Jadi, sudah surut air ini, baru kita antar ke sini,” ucapnya.
Ismail mengaku biasanya bisa menjual kemiri seberat dua hingga tiga ton. Namun, lantaran dilanda banjir dan longsor, kali ini, dia hanya menjual 11 karung kemiri yang satu karungnya bisa mencapai 30 kilogram.
“Kalau kemiri itu, panennya sekali cuma. Kadang-kadang dikumpulin dulu. Siap panen itu, dua kali, baru kita jual. Ngumpul dia itu dulu,” katanya menjelaskan.
Kendati demikian, Ismail tetap bersyukur karena masih dapat menjual hasil kebunnya, terlebih mengingat rumitnya proses memanen kemiri.
“Kemiri agak rumit. Dia baru jatuh kan masih ada kulit. Kulitnya itu kan dua lapis. Habis itu dikupas dia. Jemur lagi. Habis dijemur, baru masuk karung. Baru cari tauke. Ini sisa dari banjir. Alhamdulillah adalah sikit,” ucapnya.
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































