Jakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan optimistis Sekolah Tinggi Manajemen PPM (STM PPM) atau dikenal sebagai PPM School mampu menciptakan lulusan yang berkualitas dan relevan terhadap kebutuhan zaman.
Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Wisuda Tahun 2025 PPM School yang mengusung tema ‘Local Wisdom to Global Impact: Leading with Purpose and Proven Practice’ pada Senin (3/1),
"LLDikti Wilayah III memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekolah Tinggi Manajemen PPM yang telah konsisten melahirkan lulusan unggul, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman," kata Henri melalui keterangan di Jakarta, Selasa.
Henri menyebut dunia saat ini bergerak cepat dan penuh ketidakpastian, maka untuk dapat memberikan dampak global, harus berangkat dari jati diri dan kearifan lokal yang dimiliki.
Dengan kepemimpinan yang berorientasi pada tujuan luhur serta praktik nyata yang dapat dibuktikan, Kepala LLDikti Wilayah III optimistis lulusan PPM School akan mampu beradaptasi, bersaing, bahkan memimpin di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pengurus Yayasan PPM Tjahjono Soerjodibroto menegaskan bahwa keberhasilan akademik bukanlah hasil yang diraih secara instan, melainkan buah dari perjuangan panjang serta dukungan orang-orang terdekat.
"Perjalanan akademik yang telah Anda lalui bukanlah hal yang mudah. Di balik setiap keberhasilan, pasti ada perjuangan dan pengorbanan yang tak ternilai. Pengorbanan ini tentunya bukan saja dari diri wisudawan masing-masing, namun juga dari keluarga dan orang terdekat yang mendukung studi. Renungkanlah sejenak bahwa tanpa dukungan mereka, mungkin Anda tidak ikut di wisuda," ujar dia.
Baca juga: LLDikti III perkuat sistem penanganan kekerasan di kampus melalui CRS
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM Wendra mengajak para lulusan untuk memaknai simbol wisuda sebagai lambang perjalanan pembelajaran yang kaya akan nilai kemanusiaan, keberagaman, dan karakter.
Bagi PPM School, ungkap dia, kurikulum bukanlah sekadar daftar mata kuliah atau kumpulan teori. Kurikulum adalah jantung Pendidikan, alat strategis yang menentukan arah, kualitas, dan daya guna sebuah proses belajar.
"Kurikulum di PPM School dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori atau konsep, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan dunia usaha," ucapnya.
Ia juga mengajak lulusan PPM School untuk menjelajah dunia di luar tembok sekolah dan membawa pelajaran yang didapat, dengan merangkul keberagaman, menumbuhkan pemahaman, dan menciptakan ruang di mana setiap suara dihargai.
"Saat Anda mengenakan tanda dan simbol wisuda, ingatlah bahwa setiap benang jalinan membentuk dan melambangkan permadani unik dari pengalaman, bakat, serta perspektif yang telah anda sulam bersama. Keberagaman ini adalah kekuatan anda," tutur Wendra.
Baca juga: LLDikti III tegaskan komitmen pencegahan kekerasan di perguruan tinggi
Diketahui, Wisuda Tahun 2025 PPM School yang diikuti oleh 262 lulusan, dengan jumlah 164 lulusan program Pascasarjana, 74 lulusan program Sarjana Manajemen, dan 24 lulusan program Sarjana Akuntansi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 wisudawan program Pascasarjana dan 44 wisudawan program Sarjana berhasil meraih predikat Dengan Pujian (Cum Laude).
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































