Washington (ANTARA) - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada Kamis (16/10) mengatakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mendongkrak produktivitas, tetapi juga dapat menjadi sumber divergensi domestik dan antarnegara.
Georgieva, yang berpendapat ledakan investasi AI membawa "optimisme yang luar biasa," mengatakan dalam jumpa pers di sela Pertemuan Tahunan 2025 World Bank Group dan IMF bahwa AI akan berkontribusi terhadap pertumbuhan global antara 0,1 hingga 0,8 persen, yang terbilang "signifikan."
Dalam laporan Prospek Ekonomi Dunia terbarunya yang dirilis pada Selasa (14/10), IMF menaikkan tipis proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 menjadi 3,2 persen, sekaligus menunjukkan guncangan tarif semakin meredupkan prospek pertumbuhan. Sementara itu, pertumbuhan global diproyeksikan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026.
"Saat ini kita terjebak dalam tingkat pertumbuhan di kisaran 3 persen dan jika kita bisa memanfaatkan dorongan pertumbuhan sebesar itu (dari AI), hal ini akan sangat signifikan bagi dunia," ujar Georgieva.
Ia mengatakan IMF telah mengembangkan indeks kesiapan AI, yang mengategorikan negara-negara berdasarkan empat kriteria kesiapan, yakni infrastruktur digital, keterampilan pasar tenaga kerja, inovasi, dan cara penetrasinya.
Kepala IMF itu juga menyoroti "distribusi yang sangat besar dari yang terbaik hingga yang tertinggal" dalam hal penerapan AI.
"Jadi, risiko yang kita lihat adalah kemungkinan kita akan melihat dunia dengan peningkatan produktivitas, namun hal ini juga dapat menjadi sumber divergensi domestik dan antarnegara," ujar Georgieva, seraya menambahkan bahwa hal ini menjadi alasan mengapa kesiapan masyarakat dan negara terhadap penerapan AI menjadi sangat penting.
Dalam konferensi pers tersebut, direktur pelaksana IMF itu juga meluncurkan Agenda Kebijakan Global, yang menekankan tiga prioritas utama, yakni membuka pertumbuhan sektor swasta, membangun kembali ruang fiskal dan mengurangi utang serta mengurangi ketidakseimbangan global.
"Ketidakpastian akan selalu ada dan perubahan tidak dapat dihentikan, namun perubahan juga dapat membawa peluang," ujarnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































