Kementan siapkan irigasi perpompaan jaga pasokan air di Lamongan

6 hours ago 3
kondisi waduk diperkirakan masih cukup dengan ketinggian air sekitar tiga meter, tinggal bagaimana mengalirkan ke lahan pertanian

Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Pertanian menyiapkan irigasi perpompaan untuk Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai upaya menjaga ketersediaan air pertanian saat musim kemarau.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto di Lamongan, Sabtu, mengatakan sarana irigasi tersebut segera dipasang agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan optimal.

“Kami ingin air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Sebab, kondisi waduk diperkirakan masih cukup dengan ketinggian air sekitar tiga meter, tinggal bagaimana mengalirkan ke lahan pertanian,” katanya.

Ia menjelaskan pemasangan irigasi perpompaan ditargetkan paling lambat pekan depan untuk mengantisipasi risiko kekeringan pada tanaman padi yang saat ini telah berumur lebih dari satu bulan.

Menurut Hermanto, langkah tersebut dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan tanaman tidak mengalami gagal panen menjelang masa panen pada Juni mendatang.

Baca juga: Kementerian PU siapkan 400 pompa air dukung pertanian saat kemarau

Baca juga: DKPP Bantul siapkan pompa air antisipasi kemarau di sektor pertanian

Sebagai informasi, irigasi perpompaan merupakan sistem pengairan yang menggunakan pompa untuk mengambil air dari sumber seperti sungai, sumur, atau embung, kemudian didistribusikan ke lahan pertanian melalui saluran terbuka maupun tertutup.

Sistem tersebut umumnya digunakan pada lahan yang posisinya lebih tinggi dari sumber air atau tidak terjangkau jaringan irigasi teknis.

Penerapan irigasi perpompaan dinilai efektif untuk mengantisipasi kekeringan pada lahan tadah hujan, memperluas areal tanam, serta meningkatkan frekuensi panen petani dalam satu tahun.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan awal musim kemarau di Jawa Timur diprediksi terjadi pada Mei 2026, dengan puncak kekeringan berlangsung pada Agustus hingga September serta potensi penurunan curah hujan sebesar 20–40 persen akibat fenomena El Nino.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Joko Raharto menyebutkan sebanyak 15 kecamatan dan 71 desa di daerahnya diprediksi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

“Data itu yang kami sampaikan pada Provinsi Jatim guna keperluan langkah antisipasi dan mitigasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan dukungan irigasi bagi sektor pertanian,” ujarnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebelumnya menyatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan sumber-sumber air guna memastikan musim tanam kedua tidak mengalami gagal panen.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga melakukan normalisasi waduk dan sungai untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air selama musim kemarau.

Baca juga: PLN operasikan pompa persawahan di Ponorogo dukung ketahanan pangan

Baca juga: BI-TNI AD realisasikan pembangunan sumur pompa air di 123 lokasi

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Alimun Khakim
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |