Kementan perkuat regenerasi petani lewat pendidikan vokasi pertanian

1 day ago 2
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif dan berdaya saing

Jakarta (ANTARA) - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani lewat pendidikan vokasi pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti mengatakan dalam memperkuat regenerasi petani, pihaknya meluncurkan dan menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027.

"Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat regenerasi petani nasional melalui pendidikan tinggi vokasi pertanian," kata Idha dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan anak petani perlu didorong untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi, sehingga BPPSDMP Kementan mendorong pendidikan vokasi pertanian sebagai fondasi pembangunan pertanian masa depan.

Idha menuturkan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga persoalan regenerasi pelaku utama.

Oleh karena itu, kata dia, pendidikan vokasi pertanian menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Idha.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, tambah Idha, Polbangtan dan PEPI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru dengan rencana kuota sebanyak 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian.

"Kebijakan PMB tahun ini memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam mendorong regenerasi petani dan penguatan pelaku utama pertanian," jelasnya.

Selain itu, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan.

Seluruh proses PMB Polbangtan dan PEPI dilaksanakan secara transparan, objektif dan akuntabel melalui sistem pendaftaran terintegrasi berbasis digital pada laman resmi pmb.pusdiktan.id, dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, serta wawancara.

BPPSDMP mengajak Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota, SMK pertanian dan SMK-PP, penyuluh pertanian, serta mitra dunia usaha dan dunia industri untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan PMB Polbangtan dan PEPI Tahun Akademik 2026/2027.

"Melalui pelaksanaan PMB ini, BPPSDMP menargetkan lahirnya generasi muda pertanian yang tidak hanya kompeten dan terampil, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun pertanian Indonesia secara berkelanjutan," tegasnya.

Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan sumber daya manusia pertanian merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pembangunan pertanian, menurut Mentan, tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi harus ditopang oleh SDM pertanian yang terdidik, terampil, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika global.

Baca juga: Kementan: Pertanian harus jadi modern, tak lagi konvensional

Baca juga: BPPSDMP dorong penerapan smart farming majukan pertanian dalam negeri

Baca juga: Kementan evaluasi Program YESS demi tingkatkan petani muda

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |