Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan bantuan didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
“Kemensos memastikan bantuan tersalurkan kepada korban banjir di Karawang. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan agar penanganan berjalan efektif, cepat dan tepat sasaran,” kata Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta pada Selasa.
Baca juga: Dua sungai besar meluap, banjir di Karawang meluas hingga 26 desa
Ia menyebutkan logistik yang disalurkan Kemensos meliputi 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji.
Selain itu, lanjutnya, juga ada satu unit tenda serbaguna, lima unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 75 lembar kasur, 100 lembar selimut, 100 paket family kit, 100 paket kid ware, serta 100 paket sandang anak.
Selain bantuan logistik, pihaknya juga melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Guna pemenuhan kebutuhan pangan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang mendirikan dapur umum lapangan sejak Senin (19/1) di Markas Komando Taruna Siaga Bencana (Tagana) Karawang.
Baca juga: Tanggul Sungai Kalimalang jebol, 400 KK di Karawang terdampak banjir
Mensos menerangkan dapur umum tersebut memproduksi sekitar 1.100 porsi per hari untuk satu kali makan.
Data sementara mencatat sebanyak 854 Kepala Keluarga (KK) atau 2.562 jiwa terdampak banjir di Karawang tersebut.
Dari jumlah tersebut, Mensos Saifullah Yusuf menyebutkan sebanyak 160 KK atau 470 jiwa mengungsi di Desa Karangligar, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat.
Baca juga: Polda Jabar siapkan kendaraan dapur lapangan di lokasi banjir Karawang
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































