Bandung (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan serta anak-anak yang terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam kunjungannya ke Bandung, Minggu, menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk menjamin rasa aman bagi seluruh pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan yang sedang hamil maupun menyusui.
“Kami memastikan seluruh yang ada di pengungsian ini merasakan rasa aman, terutama perempuan, anak-anak, lansia, disabilitas, serta perempuan yang menyusui atau sedang mengandung,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa hasil peninjauan di lapangan menunjukkan banyak korban mengalami trauma mendalam akibat bencana longsor yang terjadi.
Baca juga: KDM usul lokasi longsor KBB dijadikan hutan dan warganya direlokasi
Dia juga menambahkan respons dan perilaku para penyintas memperlihatkan adanya dampak serius terhadap kondisi psikologis mereka.
“Terlihat mereka mengalami trauma yang sangat mendalam. Cara mereka bereaksi menunjukkan bahwa trauma ini memengaruhi kondisi psikologis mereka,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian PPPA juga menyebut segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna menghadirkan layanan pemulihan psikologis atau trauma healing bagi para korban, terutama perempuan dan anak.
“Oleh karena itu, kita akan berkoordinasi untuk memberikan layanan trauma healing guna melakukan penguatan kembali kondisi mental mereka,” tambahnya.
Selain pendampingan psikologis, Kementerian PPPA juga mendorong pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan berkelanjutan bagi perempuan dan anak di lokasi pengungsian agar mereka dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat.
Baca juga: Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian 80 korban longsor di Cisarua
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































