Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata memastikan bahwa kecerdasan buatan Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA) merupakan fitur yang aman dan ramah untuk diakses oleh anak-anak.
"Karena ini situs resmi pemerintah, Kementerian Pariwisata memastikan bahwa semua hal yang ada dalam MaiA sudah kami sortir istilahnya," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini saat ditemui ANTARA usai acara peluncuran MaiA di Jakarta, Jumat.
Made menjelaskan segala bentuk informasi yang dimasukkan dalam fitur MaiA itu sudah melalui proses kurasi yang panjang dan disesuaikan dengan aturan di Indonesia.
Salah satu hal yang disaring oleh sistem adalah penggunaan bahasa yang kekinian yang sulit dimengerti, kata-kata yang kasar atau hal yang tidak pantas lainnya.
"Ada beberapa kalimat atau kata yang tidak akan masuk, seperti halu. Tidak aneh-aneh. Kedua, hal-hal yang memang tidak legal tidak akan kami masukkan," kata Made.
Upaya itu ditujukan sebagai bentuk komitmen Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan kekayaan dan keindahan destinasi Indonesia melalui tutur bahasa yang sopan, serta menghadirkan layanan yang nyaman digunakan oleh publik.
Baca juga: Kecerdasan buatan MaiA permudah wisatawan rencanakan perjalanan
Kementerian Pariwisata turut menawarkan ragam wisata halal yang dapat dinikmati oleh semua pihak. Contohnya akomodasi penginapan, transportasi, produk baik kuliner hingga atraksi budaya.
Menurutnya, wisata halal tidak hanya ramah anak, tetapi juga dapat dijadikan sebagai peluang untuk mengembangkan pasarnya yang besar di Indonesia.
"Karena pasarnya ada di Indonesia, jadi wisatawan merasa nyaman kalau berwisata dengan adanya pedoman mengenai misalnya tata cara masuk mal, ada tempat sholat, kemudian makanan yang dimakan juga halal dan sebagainya," ujar dia.
Ia menambahkan bahasa yang saat ini tersedia pada MaiA akan terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan pengembangannya di masa depan. Beberapa bahasa yang sudah tersedia seperti Bahasa Indonesia, Prancis, Arab dan Hong Kong.
MaiA merupakan platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata nasional melalui teknologi yang adaptif, cerdas, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan.
Platform ini dapat diakses melalui indonesia.travel dan dihadirkan sebagai sahabat digital yang memahami kebutuhan wisatawan, membantu menemukan inspirasi perjalanan, menyusun rute secara instan, hingga mendampingi wisatawan menjelajahi Indonesia dengan lebih percaya diri dan nyaman.
Baca juga: Kemenpar fokus kembangkan pariwisata berkualitas jadi pilar ekonomi
Baca juga: Kemenpar-BPW perkuat kepemimpinan perempuan di sektor pariwisata
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































