Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi menempatkan ratusan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mengikuti program magang di koperasi-koperasi yang sudah ada atau eksisting sebagai bagian dari strategi pendampingan dan penguatan ekosistem usaha koperasi.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyampaikan program magang ini ditujukan bagi Kopdes/Kel Merah Putih yang bergerak di sektor pertanian, jasa serba usaha, perikanan, dan peternakan.
“Deputi kami sudah memetakan dan mendampingi dalam bentuk program magang … Tujuannya agar ketika bangunannya sudah ada, mereka siap menjalankan bisnis,” ujar Farida dalam temu media di Jakarta, Jumat.
Ia menuturkan pengurus dari 500 Kopdes Merah Putih yang ditetapkan sebagai percontohan akan ditempatkan di enam titik koperasi yang telah memiliki model usaha yang berjalan baik. Magang berlangsung selama 8–10 hari dengan praktik langsung di lapangan.
Enam koperasi yang menjadi lokasi magang bagi pengurus Kopdes Merah Putih tersebar di berbagai daerah dan mewakili beragam sektor usaha.
Di Bandung, Koperasi Konsumen Pondok Pesantren At-Ittifaq menjadi tempat magang bagi 114 peserta di sektor pertanian. Koperasi ini juga memiliki dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berperan sebagai pemasok bahan pangan di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di Lamongan, Jawa Timur, Koperasi Konsumen dan Pembiayaan Syariah Ponpes Sunan Drajat menerima 80 peserta magang yang fokus pada sektor jasa. Sementara itu, KUD Mino Saroyo di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi lokasi magang untuk sektor perikanan.
Koperasi Produsen Marindo Citra Bahari di Maros, Sulawesi Selatan, menampung 80 peserta magang di bidang perikanan budidaya. Di Malang, Jawa Timur, Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung yang bergerak di sektor peternakan menyuplai susu ke MBG dan memiliki toko ritel produk olahan susu, turut menjadi tempat magang.
Terakhir, Koperasi Ponpes Husnul Khotimah di Kuningan, Jawa Barat, menerima 80 peserta magang di unit usaha jasa serba usaha. Farida menyebut seluruh titik magang ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dan memperkuat kesiapan bisnis para pengurus Kopdes Merah Putih.
Farida menambahkan program magang ini akan diperluas dan diduplikasi lebih cepat pada 2026 agar setiap Kopdes Merah Putih memiliki inti bisnis yang jelas dan mampu membangun ekosistem usaha berbasis potensi daerah.
“Kemenkop tidak akan melepaskan mereka berjalan sendiri. Kami akan terus mendampingi dan memetakan potensi tiap daerah,” katanya.
Ia menekankan bahwa pemetaan ini akan menggambarkan titik-titik potensi sektor seperti perikanan, peternakan, hortikultura, hingga pusat ritel, sehingga koperasi memiliki arah usaha yang jelas dan berdampak jangka panjang.
Baca juga: Pemerintah ubah skema pembiayaan Kopdes Merah Putih
Baca juga: Pengamat: Khofifah punya peran vital sukseskan Kopdes Merah Putih
Baca juga: Menkop dan Menteri PU harmonisasi percepatan Kopdes Merah Putih
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































