Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) akan menyusun kebijakan rantai usaha berkeadilan untuk melindungi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari gempuran perusahaan ritel besar.
"Pemerintah tidak sedang mematikan Indomaret dan Alfamart, bukan pelarangan, tapi sedang melakukan pemerataan ekonomi dan rantai bisnis yang adil," kata Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, tanggung jawab kementeriannya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dan pemerataan kesejahteraan.
Baca juga: Askrindo beri perlindungan untuk 10.000 mitra UMKM Alfamart
Salah satu elemen utama di dalamnya, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan perluasan akses usaha.
Ia mengatakan UMKM menjadi sasaran utama untuk diberdayakan, termasuk dengan memastikan mereka dapat berusaha di arena pasar yang adil.
"Dalam konteks usaha perdagangan, pasar yang sehat adalah pasar yang tumbuh dalam persaingan yang sehat dengan disertai adanya perlindungan yang terukur dari pemerintah bagi semua pelaku usaha berbagai skala," kata Leontinus Alpha Edison.
UMKM, terutama usaha mikro, seperti warung Madura dan warung kelontong lain memiliki banyak keterbatasan.
Hal ini membuat mereka sulit tumbuh di tengah persaingan dengan ritel-ritel besar yang ditopang modal besar.
Dampak terburuk dari kondisi tersebut adalah UMKM berpotensi bangkrut.
Hal itu, lanjutnya, tidak diinginkan oleh Menko Muhaimin Iskandar yang selalu menegaskan agar menjaga kondusivitas iklim usaha nasional, terutama yang mendukung pertumbuhan UMKM.
"Artinya, seluruh pelaku usaha di Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan kesempatan untuk memulai, menjaga konsistensi usaha, dan memperbesar skala usahanya dengan memperhatikan aspek keadilan," kata Leontinus Alpha Edison.
Baca juga: Menteri UMKM tegaskan pentingnya perlindungan pekerja di ekosistem MBG
Baca juga: Kementerian UMKM minta lokapasar lindungi produk lokal Indonesia
Sementara selama ini UMKM menjadi penyerap tenaga kerja utama di Indonesia. Rasionya mencapai 97 persen dari total tenaga kerja nasional.
"Jangan hanya hitung berapa orang yang bekerja di Alfamart dan Indomaret, tapi hitung juga berapa toko kecil yang bangkrut. Kami bukan mau mematikan (Indomaret dan Alfamart), tapi kami sedang melindungi mereka yang tak mampu melindungi dirinya sendiri," kata Leontinus Alpha Edison.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa rencana kebijakan ini juga akan menata aturan izin operasional ritel besar di daerah yang selama ini juga sudah menjadi perhatian banyak pemerintah daerah.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































