Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif memasukkan rehabilitasi pascabencana Sumatera untuk mendukung program prioritas Presiden sebagai sasaran tambahan ke dalam program kerja 2026.
“Program 2026 juga dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap program prioritas Presiden, termasuk rehabilitasi rekonstruksi pascabencana, pengentasan kemiskinan, MBG, koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat dan ketahanan pangan,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam raker Kemenekraf bersama Komisi VII DPR yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.
Riefky mengatakan program strategis ekraf tahun 2026 yang berkaitan dengan rehabilitasi pascabencana tidak dalam bentuk infrastruktur namun membangkitkan kembali industri kreatif di lokasi pasca bencana.
Dalam hal ini, Kemenekraf akan bekerja sama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab- Rekon) Pascabencana Sumatera.
Baca juga: Korban bencana hidrometeorologi di Pidie Aceh mulai tempati huntara
Riefky mengatakan pada tahun 2026 Kemenekraf memiliki anggaran belanja program sebesar Rp 57 miliar, dari total pagu anggaran setelah realokasi direktif presiden sebesar Rp 416 miliar.
Ia memaparkan anggaran direktif presiden yang sebesar Rp 111 miliar nantinya akan dikomunikasikan kembali apakah bisa digunakan untuk program berkaitan dengan ekraf atau non ekraf di daerah pasca bencana.
Disamping itu, dalam penguatan fondasi ekosistem ekonomi kreatif, Kemenekraf juga telah melakukan finalisasi pembentukan Dinas Ekraf gabungan yang diharapkan pada tahun 2027 tercapai 27 provinsi dan 87 kabupaten/kota memiliki Dinas Ekraf.
Kolaborasi dan penguatan regulasi akan menjadi komitmen Kemenekraf dalam peningkatan kualitas industri kreatif Indonesia serta perluasan pasar agar posisi Indonesia dilihat mata dunia. Saat ini sudah ada 60 naskah kerjasama yang telah ditandatangani Kemenekraf dengan berbagai mitra strategis baik dalam maupun luar negeri.
“Selain penguatan kelembagaan dan regulasi, fondasi ekonomi kreatif juga perlu diperkuat dengan penguatan kolaborasi baik dalam maupun luar negeri. Kolaborasi yang dilakukan dengan pendekatan Hexahelix melibatkan pemerintah, lembaga, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, media, komunitas dan asosiasi serta pelaku bisnis untuk memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir,” kata Riefky.
Baca juga: Anggota DPR dorong pemerintah buat pusat kreatif RI di luar negeri
Baca juga: Kemenekraf luncurkan video musik bermuatan edukasi lingkungan
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































