Kemenhut sebut pembersihan kayu hulu DAS Garoga mencapai 1,3 km

3 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut normalisasi dan pembersihan kayu di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, Sumatera Utara (Sumut) telah mencapai 1,3 kilometer dari target 5,5 kilometer sebagai bagian penanganan pasca-banjir Sumatera.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani dalam pernyataan terkonfirmasi dari Jakarta, Senin, menjelaskan penanganan kayu hanyutan di Desa Garoga, Huta Godang dan Aek Ngadol kini memasuki tahap penatausahaan dan pemanfaatan.

Baca juga: Kemenhut lanjutkan pembersihan kayu banjir di Aceh dan Sumut

"Fokus kami saat ini memastikan kayu hanyutan yang sudah diolah benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan hunian warga dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan," kata Novita.

Upaya pemulihan lingkungan dilakukan melalui normalisasi Sungai Garoga. Hingga saat ini, pekerjaan normalisasi dan pembersihan sumbatan kayu di bagian hulu sungai telah mencapai sekitar 1,329 kilometer atau sekitar 25,07 persen dari total target 5,5 kilometer, dengan mengoperasikan tujuh unit alat berat.

Sementara itu, terkait pemanfaatan kayu yang terseret banjir sampai dengan Minggu (11/1), kayu olahan dari wilayah Garoga mencapai 1.376 keping dengan total volume 19,5755 meter kubik.

Baca juga: Kemenhut lanjutkan pembersihan kayu banjir di Aceh dan Sumut

Baca juga: Kemenhut percepat pembersihan kayu di daerah terdampak banjir Sumatera

Novita mengatakan kayu-kayu tersebut diperuntukkan bagi pembangunan hunian sementara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Dari jumlah tersebut, 752 keping atau 9,9373 meter kubik telah diangkut ke lokasi huntara.

Dia menyebut kegiatan penanganan pasca-bencana menjadi bagian dari upaya terpadu Kemenhut bersama pemerintah daerah dan mitra terkait untuk memastikan kayu hanyutan sebagai barang negara dapat dimanfaatkan secara legal, aman, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |