Kemenhut rehabilitasi mangrove melalui pendekatan Mandara

1 week ago 4
Platform ini dibangun dengan prinsip akurasi dan validasi data, berbasis fakta lapangan, multisektor, mengacu pada Peta Mangrove Nasional, serta berskala nasional

Samarinda (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI terus melakukan rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur melalui pendekatan Mandara (Mangrove Data Nusantara), yakni platform terintegrasi untuk mendukung pengambilan kebijakan, penelitian, hingga pelaksanaan rehabilitasi.

"Platform ini dikembangkan melalui pendekatan partisipatif dengan menghimpun data dari kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, hingga sumber internasional," ujar Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kemenhut RI Agung Rusdiatmoko di Samarinda, Kamis.

Ia menyebut bahwa integrasi data menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola rehabilitasi mangrove. Terlebih data mangrove sangat beragam, baik dari sisi luas maupun sumbernya, sehingga Mandara hadir untuk mengintegrasikan seluruh data tersebut dalam satu platform.

Pengembangan Mandara, lanjut Agung, sejalan dengan misi program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang mengedepankan keberlanjutan, restorasi, inovasi, konservasi dan kolaborasi multipihak.

Baca juga: IFG Lakukan Penanaman 5.000 Bibit Mangrove di Muara Beting Bekasi, Pemulihan Kerusakan Lingkungan dan Pengembangan Ekowisata

Platform ini dibangun dengan prinsip akurasi dan validasi data, berbasis fakta lapangan, multisektor, mengacu pada Peta Mangrove Nasional, serta berskala nasional.

Untuk itu, pihaknya pun gencar melalukan sosialisasi Mandara, diantaranya sosialisasi yang dilakukan dalam forum Mandara pada 26–27 Januari 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), untuk mendukung pengambilan kebijakan, penelitian, serta pelaksanaan program rehabilitasi mangrove.

Sosialisasi Mandara juga dirangkaikan dengan pertimbangan teknis program Percepatan Rehabilitasi Mangrove M4CR Kaltim 2026 dengan melibatkan lembaga terkait, pemerintah daerah, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), akademisi, serta mitra pelaksana.

Sementara Asman Azis, selaku Manajer Provincial Project Implementing Unit (PPIU) pada program M4CR Kaltim menyampaikan, pada 2024 program M4CR telah melakukan rehabilitasi mangrove seluas 4.445 hektare (ha) di Provinsi Kaltim.

Kemudian pada 2025, total rencana kerja rehabilitasi mangrove oleh M4CR Kaltim mencakup luasan 1.505 ha, dengan realisasi penanaman seluas 499 ha.

Sisa seluas 1.006 ha masih menunggu proses surat perjanjian kerja sama (SPKS) antara M4CR dengan masyarakat di tahun ini, termasuk 262 ha di Kabupaten Berau yang telah melalui tahapan prakondisi dan padiatapa (kesepakatan masyarakat) yang akan disahkan rancangan teknisnya.

"Hingga April 2026, target kumulatif penanaman mangrove di Provinsi Kaltim mencapai 8.728 ha, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemulihan ekosistem pesisir," kata Asman.

Ia juga mengatakan bahwa penanaman mangrove diharapkan dapat diselesaikan sesuai dengan alur waktu yang telah ditetapkan dan berjalan secara efektif sesuai perencanaan, sehingga pihaknya pun melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Baca juga: KLH identifikasi wilayah indikatif calon pemulihan mangrove 20.169 ha

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |