Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan intensif di sejumlah wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk mencegah meluasnya titik api.
"Tim Manggala Agni dari 4 Daerah Operasi (Daops) di Riau dan Kepulauan Riau, yaitu Daops Sumatera V/Dumai, Daops Sumatera VI/Siak, Daops Sumatera VII/Rengat dan Daops Sumatera VIII/Batam telah kami kerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Batam," kata Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
"Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas," tambahnya.
Dia menyebutkan di wilayah Kabupaten Pelalawan, kebakaran hutan terjadi di Desa Teluk Beringin yang termasuk dalam Pulau Mendol. Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama BPBD Pelalawan, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pemadaman kebakaran (damkar) masih terus berjuang memadamkan api yang melahap ratusan hektare lahan dan hampir menghanguskan satu pulau tersebut.
Baca juga: Kemenhut petakan daerah rawan karhutla, mitigasi potensi kebakaran
Ferdian menjelaskan bahwa informasi awal dari masyarakat kebakaran di Pulau Mendol diduga akibat penyiapan lahan, karena angin kencang menyebabkan terjadinya kebakaran dan juga menghancurkan kebun kelapa masyarakat.
"Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting di wilayah Kabupaten Pelalawan dan merupakan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga, sehingga kami terus mengerahkan personel dan peralatan di lapangan untuk memastikan api dapat segera dipadamkan sepenuhnya serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat," jelasnya.
Pada Minggu (8/2), tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama MPA berhasil memadamkan karhutla seluas 10 hektare di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Sementara itu di Desa Tanjung Leban, tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bukit Batu Hutani Alam (BBHA), dan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) Tanjung Leban terus berupaya menyekat dan memadamkan sumber api agar karhutla tidak semakin meluas.
Baca juga: Kemenhut terus koordinasi terkait potensi lakukan OMC atasi karhutla
Tidak hanya itu, di Kabupaten Siak, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga mengerahkan tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak untuk mengatasi kebakaran hutan di Kelurahan Mempura. Bersinergi dengan Polri, BPBD Siak dan masyarakat Kelurahan Mempura, saat ini kondisi karhutla telah terkendali dan sedang dilakukan menuntaskan sisa-sisa api untuk mencari dan memadamkan sisa bara serta mendinginkan material terbakar sekecil apapun di areal terbakar yang bertujuan untuk mencegah penyalaan kembali api.
Di sisi lain, tim Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai sedang berjibaku melawan ganasnya api yang melalap wilayah Desa Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir. Tim berfokus mematikan sumber api agar tidak semakin meluas.
Sebagai mana diketahui, tahun 2025 terjadi kebakaran hebat di wilayah Rokan Hilir yang menghanguskan ribuan hektare di dekat lokasi yang saat ini dipadamkan. Kondisi lokasi gambut dalam dengan sumber air terbatas serta lokasi yang sulit dijangkau.
Karhutla juga terjadi di Provinsi Kepulauan Riau yaitu di Kelurahan Kibing di Kota Batam. Saat ini Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam dibantu Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam dan Kelompok Tani berupaya memadamkan api yang berkobar di kawasan Hutan Lindung Tiban.
Ferdian mengingatkan kembali bahwa capaian beberapa tahun terakhir untuk penurunan luasan kebakaran dan mengecilnya potensi bencana asap perlu terus dipertahankan dan terus diupayakan lebih baik lagi.
Selain pemadaman, jelasnya, Manggala Agni juga melakukan patroli intensif guna mencegah munculnya titik api baru, mengingat kondisi yang kering dan berangin.
Baca juga: Manggala Agni Kemenhut berupaya padamkan karhutla di tiga wilayah di Riau
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































