Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan mempercepat upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Jumat mengatakan sejumlah fasilitas transportasi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
"Kementerian Perhubungan melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan logistik," kata Menhub.
Dia menyampaikan hingga saat ini sejumlah layanan transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera masih terdampak banjir.
Untuk itu, kata Dudy Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam upaya pemulihan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.
"Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Insya Allah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
Dia menyebutkan berdasarkan laporan satuan kerja Kemenhub wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejumlah infrastruktur transportasi darat, laut dan perkeretaapian yang terdampak.
Di Aceh, infrastruktur yang terdampak yakni Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Jalur kereta api lintas Stasiun (St) Krueng Geukueh – St. Bungkaih – St. Krueng Mane, Terminal Tipe A Lhokseumawe, dan Terminal Tipe A Langsa.
Sedangkan di Sumatera Utara infrastruktur yang terdampak yakni Pelabuhan Sibolga, Terminal Tipe A Amplas, Terminal Tipe A Pinang Baris, Terminal Tipe A Sibolga, dan Terminal Tipe A Tarutung.
Pada transportasi udara, sejumlah bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan beroperasi normal. Namun, akses jalan menuju beberapa bandara terhambat banjir atau longsor, seperti pada Bandar Udara DR. FL Tobing, Sibolga, Sumatera Utara dan Bandar Udara Rembele - Takengon, Aceh.
Sementara di wilayah Sumatera Barat, dampak banjir pada infrastruktur transportasi cenderung minim. Kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau dan sejumlah terminal berjalan kondusif dan normal.
Menurut laporan saat ini kondisi sarana dan prasarana di beberapa tempat dilaporkan aman meski terdapat beberapa titik banjir dan longsor, dengan akses ke beberapa lokasi terputus. Secara paralel, juga tengah dilakukan identifikasi sarana dan prasarana yang terdampak untuk dilakukan perbaikan.
“Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi. Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya,” kata Menhub.
Pada akses darat yang tidak dapat dilalui akibat banjir dan longsor, Kemenhub langsung memobilisasi dukungan transportasi udara maupun laut untuk memastikan pasokan bantuan bagi warga terdampak tetap berjalan. Beberapa terminal juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.
Untuk jalur kereta api, Kemenhub terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebagai upaya tindak lanjut sementara, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.
Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi yang melewati jalur-jalur terdampak banjir. Hal ini mengingat masih banyak sarana transportasi terdampak yang belum dapat beroperasi.
"Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada," tutur Menhub.
Upaya ini, tambah Menhub, untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung percepatan penanganan darurat di daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Baca juga: Banjir Sumatera, Kemenhut akan koordinasi evaluasi pengelolaan hutan
Baca juga: Kapolda: Polri datangkan helikopter bantu penanganan banjir di Aceh
Baca juga: Kemenhut telusuri sumber gelondongan kayu terseret banjir di Sumatera
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































