Kemenhaj tuntaskan kepulangan gelombang pertama haji Debarkasi Padang

4 days ago 8

Kota Padang (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menuntaskan kepulangan gelombang pertama jamaah haji asal Debarkasi Padang musim haji 1447 Hijriah.

"Kedatangan jamaah kloter 11 di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (15/6) sore menandai berakhirnya fase pemulangan gelombang pertama," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki di Kota Padang, Selasa.

Baca juga: Kemenhaj : tujuh haji Embarkasi Padang wafat di tanah suci

Hingga kepulangan kloter 11 Kemenhaj setempat mencatat sebanyak 4.294 haji dan petugas asal Debarkasi Padang telah tiba di tanah air.

Artinya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama Kemenhaj tinggal menunggu atau melayani tiga kloter lainnya untuk merampungkan kepulangan seluruh jamaah haji musim 1447 Hijriah.

"Dari total 14 kelompok terbang yang dilayani Debarkasi Padang tahun ini, sebanyak 11 kloter dipulangkan melalui fase pertama dengan rute Jeddah-Padang," ujar dia.

Pada kesempatan itu, ia menyebutkan tiga kloter lainnya kini masih berada di Arab Saudi, dan akan dipulangkan ke Indonesia melalui fase gelombang kedua dengan rute Madinah-Padang dalam beberapa hari ke depan.

"Tiga kloter yang tersisa masih berada di Madinah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah dan ziarah," ujarnya.

Baca juga: Menjemput ampunan di miniatur Padang Mahsyar

Baca juga: Dua calon haji Embarkasi Padang batal berangkat karena sakit

Kloter 11 merupakan gabungan jamaah haji dari empat daerah berbeda, yakni 207 asal Kabupaten Pesisir Selatan, 83 dari Kabupaten Dharmasraya, 90 orang asal Kabupaten Sijunjung serta empat haji asal Kota Padang.

Ia membenarkan seorang haji yang tergabung dalam kloter 11 asal Kabupaten Pesisir Selatan atas nama Imam Kanapi Imam Qodir (81) wafat di Kota Makkah, karena syok kardiogenik yang dialaminya.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |