Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghadirkan pesawat di halaman Asrama Haji Embarkasi Aceh sebagai upaya edukasi atau manasik calon jamaah haji maupun umrah asal Aceh.
"Kehadiran pesawat ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam pelaksanaan haji dan umrah," kata Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Aceh Arijal di Banda Aceh, Selasa.
Baca juga: Kemenag: Haji terakhir asal Aceh yang dirawat di Madinah wafat Selasa
Pesawat ini merupakan hibah dari PT Garuda Indonesia hasil kerja sama dengan Kemenhaj. Kemudian, asrama haji Aceh dipilih sebagai penempatan pesawat tersebut.
Saat ini, proses pemasangan pesawat Boeing 737 itu sudah hampir rampung. Nantinya, pesawat tersebut juga dipasangkan kursi layaknya pesawat normal, sehingga memudahkan proses edukasi kepada jamaah.
"Ini tentu kerja sama dengan Kemenhaj, sehingga memilih tempatnya di Asrama Haji Aceh sebagai tempat edukasi bagi masyarakat Aceh khususnya," ujarnya.
Dengan adanya pesawat itu, kata dia, calon jamaah haji maupun umrah bisa melihat dan berlatih langsung, sehingga memudahkan mereka saat keberangkatan bagaimana tata cara naik pesawat maupun duduknya.
Pesawat di Asrama Haji Embarkasi Aceh ini menjadi yang pertama di Indonesia berkat perhatian dari pemerintah pusat untuk Aceh. Mengingat, lama Aceh sejak melakukan pemberangkatan ibadah haji, baik lewat laut maupun udara.
Baca juga: Asrama haji Aceh terbaik nasional untuk pelayanan jamaah haji 2025
Baca juga: Satu haji Aceh yang dirawat di RS Makkah kembali ke tanah air
"Sehingga, mungkin dari pusat memilih Aceh, dan juga bersama-sama dengan PT Garuda Indonesia untuk menjadikan pesawat ini sebagai tempat pelatihan bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi jamaah haji dan umrah yang ingin berangkat ke Arab Saudi," katanya.
Arijal menambahkan setelah proses pemasangan pesawat ini selesai dikerjakan oleh PT Garuda Indonesia, direncanakan bakal diresmikan langsung oleh Menhaj, Mochamad Irfan Yusuf.
"Dalam waktu dekat akan diresmikan, mungkin oleh Pak Menteri atau Wakil Menteri datang ke sini bersama pihak Garuda dan instansi lainnya," kata Arijal.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































