Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjalin koordinasi dengan beragam pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga swasta agar memberikan izin pada pegawainya untuk mengikuti Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).
"Kami sudah koordinasi dengan kementerian terkait. Untuk perusahaan-perusahaan, nanti pasti step by step kita juga koordinasi dengan mereka," kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji usai meninjau pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor di SMAN 61 Jakarta, Jumat.
Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan guna mencegah para pegawai yang merupakan ayah terkena sanksi saat harus menjalankan program GEMAR.
"Nanti jangan sampai gara-gara mengambil rapor dipecat jadi karyawan. Jangan sampai nanti gara-gara mengambil rapor dipotong uangnya," ujar dia.
Lebih lanjut, Menteri Wihaji mengatakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor dihadirkan guna memastikan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Selain itu, gerakan tersebut juga diharapkan dapat membentuk kenangan yang indah bagi anak-anak Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Wihaji telah menyoroti persoalan kurangnya keterlibatan atau peran ayah dalam pengasuhan serta pendidikan anak. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 25,8 hingga 26 persen anak-anak kehilangan peran ayah.
Dia mengatakan terdapat sejumlah ayah yang justru lebih sibuk dengan ponsel pintarnya daripada pada anaknya. Begitu pula sebaliknya, terdapat anak yang lebih sering menghabiskan waktu dengan ponsel pintarnya daripada dengan sang ayah. Sikap seperti itu, ujarnya menambahkan, lantas membuat anak tidak memiliki kedekatan yang baik dengan ayah mereka.
"Sekarang, anak-anak susah dibilangi (dinasehati). Gimana enggak susah? Bapak-Bapak jarang ajak ngobrol anaknya, lebih asik anak itu ngobrol dengan handphone-nya," ujar Menteri Wihaji.
Untuk mencegah hal itu terjadi, Menteri Wihaji pun mengimbau para ayah untuk perlahan-lahan mulai meluangkan waktu untuk mengasuh serta mendidik anak. Termasuk, ucapnya melanjutkan, ayah dapat pula meluangkan waktu sebanyak dua kali dalam setahun saat mengambil rapor anaknya.
Baca juga: Program "Gemar", mendekatkan hubungan emosional ayah dan anak
Baca juga: Mendukbangga sebut GEMAR dapat pula diikuti oleh sosok pengganti
Baca juga: Mendukbangga: Keterlibatan ayah bentuk anak jadi sosok petarung
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































