Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) terus memastikan hadir bagi masyarakat terdampak bencana melalui dukungan psikososial, khususnya bagi kelompok rentan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji meminta jajarannya untuk memprioritaskan bantuan, terutama pemulihan trauma dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia.
"Yang penting apa yang menjadi kewenangan kita dan bisa kita bantu bagi masyarakat terdampak, kita laksanakan," ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Kemendukbangga/BKKBN juga merespons dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra dengan membentuk posko dan fokus ke intervensi kelompok rentan.
Baca juga: Wamendukbangga apresiasi kader turut bantu korban banjir di Sumatera
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif sejak fase awal pasca-bencana.
Berbagai layanan diberikan di lokasi terdampak, mulai dari penyaluran bantuan, pemulihan trauma, hingga pelayanan dan sosialisasi keluarga berencana.
Sasaran layanan mencakup balita, anak, remaja, ibu hamil dan menyusui, serta lansia, yang tetap dijangkau meski menghadapi keterbatasan akses dan medan sulit.
"Tetap semangat, fokuskan kinerja untuk terus memberi manfaat untuk masyarakat," ucap Wihaji.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat Mardalena Wati Yulia mengatakan pihaknya terus berkomitmen melindungi dan memulihkan ketahanan keluarga pasca-bencana.
"Pendampingan dan pelayanan kesehatan terus berlanjut bagi balita, ibu menyusui, ibu hamil, dan lansia di tengah masih adanya bencana susulan," ujarnya.
Melalui kolaborasi dan kepedulian terhadap kelompok paling rentan, Kemendukbangga/BKKBN terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di saat yang paling dibutuhkan.
Baca juga: Kemendukbangga gandeng psikolog bantu "trauma healing" korban bencana
Baca juga: Mendukbangga: Penyuluh akan bantu "trauma healing" korban banjir
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































