Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan total bantuan dana sebesar Rp94,84 miliar guna mendukung pemulihan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dalam rangka penanganan bencana Sumatera, Kemendikdasmen membutuhkan anggaran Rp5,03 triliun. Dari total kebutuhan tersebut, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan sebesar Rp94,84 miliar pada akhir tahun 2025, sehingga masih terdapat kekurangan dana di luar yang telah disalurkan,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, total bantuan dana yang telah tersalur tersebut diperuntukkan untuk dukungan layanan pendidikan selama masa pemulihan sebesar Rp61,9 miliar dan dukungan tunjangan khusus guru sebesar Rp32,9 miliar.
Adapun untuk dukungan layanan pendidikan selama masa pemulihan, Mu'ti merinci Kemendikdasmen telah menyalurkan sebanyak 27 ribu paket school kit, 168 unit tenda untuk pembelajaran darurat, 147 unit ruang kelas darurat, dan 147 ribu buku.
Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan dana operasional pendidikan darurat kepada 1.339 satuan pendidikan, tunjangan khusus bagi 16.467 guru terdampak bencana, dan dukungan layanan psikososial bagi 680 satuan pendidikan.
“Semoga seluruh bantuan tersebut dapat mendukung kebutuhan anak-anak kita untuk tetap mendapatkan hak pendidikannya meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas,” ujar Mu'ti.
Selain itu, Kemendikdasmen juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana yang dilengkapi dengan petunjuk teknis penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana sebagai respons cepat untuk memulihkan sistem layanan pendidikan di wilayah pascabencana.
Baca juga: Mendikdasmen: Sekolah terdampak bencana terapkan fleksibilitas asesmen
“Kebijakan ini menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2025-2026 yang dimulai pada 5 Januari 2026 dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lapangan,” kata Mu'ti.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































