Kemendikdasmen paparkan sejarah Bahasa Indonesia jadi bahasa UNESCO 

3 months ago 20
Bahasa Indonesia membawa semangat itu ke panggung dunia

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan sejarah Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi dalam Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) ke-43.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan momen bersejarah itu menjadi bukti nyata keberhasilan diplomasi kebahasaan Indonesia yang telah ditempuh melalui proses panjang sejak tahun 2022 sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam penginternasionalan bahasa Indonesia.

“Dengan pengakuan ini, dunia melihat bahwa bahasa bukan hanya sarana komunikasi, melainkan juga simbol persaudaraan, kebersamaan, dan peradaban. Bahasa Indonesia membawa semangat itu ke panggung dunia,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.

Ia menjelaskan langkah awal dimulai pada November 2022 ketika muncul wacana pengusulan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO.

Wacana tersebut lahir dari diskusi antara Duta Besar Republik Indonesia di Paris, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Lantas, pada awal 2023, pembahasan intensif dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri.

Puncaknya, ia mengatakan ialah pada tanggal 29 Maret 2023, Indonesia secara resmi mengirimkan proposal nominasi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO melalui Direktorat Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang (OINB) Kementerian Luar Negeri.

Sidang Dewan Eksekutif UNESCO kemudian menyetujui untuk mengagendakan usulan ini dalam Sidang Umum ke-42.

Selanjutnya, pada 8 November 2023, Delegasi Indonesia mempresentasikan usulan di hadapan Legal Committee UNESCO di Kantor Pusat UNESCO, Paris.

Mu'ti pun mengatakan sejarah tercipta pada tanggal 20 November 2023 ketika Sidang Pleno UNESCO secara resmi menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 Sidang Umum UNESCO.

Putusan ini menempatkan bahasa Indonesia sejajar dengan sembilan bahasa resmi dunia lainnya, yakni, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Hindi, bahasa Italia, bahasa Portugis, bahasa Rusia, dan bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO.

“Hari ini, bahasa Indonesia berbicara kepada dunia. Tugas kita berikutnya adalah memastikan dunia terus mendengarnya,” kata Mu’ti.

Baca juga: Kemendikdasmen dukung pengajuan aksara daerah ke UNESCO

Baca juga: Mendikdasmen paparkan kebijakan pendidikan di Sidang Umum UNESCO

Baca juga: Hari ini, Mendikdasmen siap pidato dalam Bahasa Indonesia di UNESCO

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |