Kemendag: Peningkatan kualitas produk lokal perluas pasar global

2 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Direktorat Promosi Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengatakan peningkatan kualitas produk lokal dapat memperluas pasar yang lebih luas lagi, bahkan untuk pasar internasional.

"Produk yang diekspor dari Indonesia, kalau masuk barang ke sana (negara tujuan) itu kan (harus) sesuai dengan standarnya (negara tujuan). Makanya kenapa bisnis-bisnis itu kan (diharapkan) juga supaya standarnya sudah sama. Karena kita kalau kirim barang itu, kan, harus sesuai dengan permintaan pasar," kata Fajarini saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen dan penyedia (supplier) produk di berbagai sektor industri.

Untuk itu, adanya edukasi, pembinaan, hingga temu bisnis (business matching) yang melibatkan para pemangku kepentingan termasuk di dalamnya pemerintah dan peritel dari negara-negara lain, sangat penting agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat memiliki pengetahuan terkait standardisasi dan minat dari pasar internasional.

"Kalau (nanti) bisa berkembang, mereka bisa kolaborasi lebih dalam, kita juga bisa memperbesar suplai kita," ujar Fajarini.

Di sisi lain, Presiden Direktur Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang (JETRO) Jakarta Shinji Hirai mengatakan standardisasi produk sangat vital bagi aktivitas perdagangan internasional.

"Tentu saja kalau produknya sudah standar internasional, (ekspor) tidak hanya ke Jepang, tapi bisa diperluas lagi ke negara-negara yang lain. Itu yang sangat diharapkan. Jadi kedua negara, win-win, akan mendapat keuntungan dan ke depannya lebih baik bagi kedua pihak," kata Hirai.

Selain itu, Hirai menilai acara temu bisnis antara pelaku usaha masing-masing negara juga diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara kedua belah pihak, termasuk Jepang dan Indonesia, serta meningkatkan roda perekonomian bagi kedua negara ke depannya.

"Semoga dapat bermanfaat dan membantu perusahaan Jepang dalam temukan supplier baru. Kami berharap kita dapat mengembangkan proyek ini dengan mempertimbangkan kebutuhan Jepang dan Indonesia," ujar Hirai.

Baca juga: RI ekspor perdana durian beku ke Tiongkok senilai Rp2,08 miliar

Baca juga: Kemendag: Permintaan global kuat, HPE konsentrat tembaga dan emas naik

Baca juga: Kemendag dorong ekspor kecap RI ke Belanda lewat kontrak Rp2 miliar

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |