Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produsen produk kecap asal Indonesia melakukan penandatanganan Letter of Intent (Lol) dengan importir dan distributor terkemuka Belanda, yang memiliki nilai kontrak sebesar 120 ribu dolar AS atau setara Rp2 miliar.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, penandatangan ini dilakukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk (merek Bango) dengan InterAromat BV dalam pameran Horecava 2026, Amsterdam, Belanda, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi produk gastronomi Indonesia di
pasar Eropa. LoI ini sekaligus akan mendorong peningkatan ekspor kecap Indonesia ke Negeri Kincir
Angin.
"Penandatanganan LoI ini membuktikan komitmen Kemendag dalam mendorong produk lokal unggulan agar semakin kompetitif dan dicintai konsumen dunia," katanya.
Baca juga: Kemendag dan KOICA kembangkan metrologi legal kendaraan listrik
Puntodewi menyampaikan, berdasarkan riset pasar InterAromat BV, kecap Indonesia memiliki karakter khas dan cita rasa unik yang belum mampu ditandingi oleh produk serupa yang saat ini beredar di Belanda.
Dengan rekam jejak panjang dan kualitas teruji, kecap Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut dan menjadi pilihan utama konsumen di Belanda. Ke depannya, kecap tersebut juga akan merambah pasar negara lainnya di Eropa.
Puntodewi berharap, kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan pelaku usaha dapat membuka jalan bagi produk makanan olahan Indonesia untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
"Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperluas akses pasar internasional. Keberhasilan ekspor kecap ini kami harapkan dapat menjadi katalis bagi produk makanan olahan Indonesia lainnya untuk merambah pasar global secara berkesinambungan," ujarnya.
Baca juga: Kemendag terima 7.887 laporan konsumen sepanjang 2025
Penandatanganan Lol ini merupakan tindak lanjut dari aktivasi program S'RASA di Belanda yang diluncurkan pada 2025.
S'RASA merupakan program promosi kuliner Indonesia melalui restoran-restoran Indonesia di luar negeri. Program ini diinisiasi Kemendag bersama lima kementerian dan lembaga lainnya.
Menanggapi pelaksanaan S’RASA di Belanda, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar RI di Belanda Mariska Dwianti Dhanutirto menyampaikan, program tersebut merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat diplomasi kuliner Indonesia di luar negeri,
tetapi juga mendorong peningkatan ekspor.
"Kami mendorong restoran Indonesia di luar negeri tidak hanya sebagai sarana promosi budaya, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan ekspor rempah dan bumbu Indonesia ke pasar global," jelas Mariska.
Baca juga: Pemerintah tetapkan bea masuk terhadap impor produk kain tenunan
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































