Kemenag Sumbar gagas gerakan ekoteologi madrasah

3 months ago 15
Program ekoteologi ini sebuah pendekatan teologis yang menempatkan manusia sebagai khalifah bumi yang wajib menjaga lingkungan

Padang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggagas gerakan ekoteologi madrasah lewat program Gerakan Madrasah Mengelola Sampah Sehat dan Berteknologi (Gemmes Berseri) serta Sinergi dan Integrasi Ilmu Guru Madrasah (Sigma).

"Program ekoteologi ini sebuah pendekatan teologis yang menempatkan manusia sebagai khalifah bumi yang wajib menjaga lingkungan," kata Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Edison di Padang, Kamis.

Edison mengatakan, masih menemukan madrasah yang membakar sampah plastik dan hal tersebut harus dihentikan. Apalagi ekoteologi mengajarkan setiap individu untuk menjaga bumi sebagai bagian dari ibadah.

Praktik pembakaran sampah, jelas dia, tidak hanya melanggar etika lingkungan, melainkan juga bertentangan dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemeringah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah.

Baca juga: Enam truk besar dikerahkan untuk angkut sampah di Cakung

Oleh karena itu, ia menegaskan seluruh madrasah di provinsi tersebut diwajibkan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik hingga akhir Desember 2025. Atas dasar itu, Kemenag mendorong madrasah menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau lembaga terkait dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Lebih lanjut, kata dia, Kanwil Kemenag Sumbar dalam waktu dekat akan menandatangani nota kesepahaman dengan lembaga pengelola sampah terkemuka di Kota Padang sebagai mitra strategis.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sumbar Hendri Pani Dias menjelaskan terdapat dua program unggulan hasil rumusan bidang tersebut yakni Gemmes Berseri dan Sigma.

Ia menyampaikan, Gemmes Berseri dirancang untuk mendorong madrasah menjadi pusat literasi lingkungan berbasis sains dan nilai-nilai keislaman.

Baca juga: Warga Penggilingan keluhkan tumpukan sampah ganggu jalan dan berbau

"Kami ingin mengubah paradigma. Selama ini madrasah membayar untuk membuang sampah. Setelah ini, madrasah justru harus bisa menghasilkan nilai ekonomi dari sampah," ujar dia.

Untuk diketahui, kedua program inovatif Gemmes Berseri dan Sigma dijadwalkan akan diluncurkan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada 15 November 2025 bersamaan dengan Seminar Wakaf Internasional di Kota Padang.

Baca juga: Gubernur Banten percepat pembangunan TPA Jatiwaringin hasilkan listrik

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |