Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 yang ditujukan bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD)/SDLB dan siswa kelas 5 SD di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno menjelaskan asesmen ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk mengetahui indeks beragama dan memetakan tingkat literasi dasar beragama di kalangan pendidik dan peserta didik pada sekolah dasar.
“Melalui ANLDB, kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh tentang tingkat pemahaman, pengamalan nilai-nilai agama, serta efektivitas pembelajaran PAI di sekolah,” ujar Suyitno di Jakarta, Senin.
Baca juga: Tingkatkan kompetensi, 206 ribu guru ikuti PPG Dalam Jabatan Kemenag
Menurut Suyitno, hasil asesmen ini akan menjadi dasar bagi Kementerian Agama dalam merumuskan kebijakan strategis berbasis data, termasuk perbaikan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan praktik pembelajaran agama yang moderat dan kontekstual.
“Kebijakan yang tepat harus lahir dari data yang akurat. Karena itu, ANLDB menjadi instrumen penting untuk pengambilan keputusan berbasis bukti,” kata dia.
Suyitno berharap asesmen ini menjadi momentum bagi guru dan siswa untuk memperkuat literasi keagamaan yang inklusif dan moderat.
“Kita ingin pendidikan agama Islam di sekolah menjadi sumber nilai, inspirasi dan harmoni. Literasi keagamaan yang kuat akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir menjelaskan pelaksanaan ANLDB 2025 bagi guru PAI akan berlangsung serentak pada 3 hingga 5 November 2025, melalui aplikasi SIAGA.
“Sebanyak 158.258 guru PAI SD/SDLB akan mengikuti asesmen ini secara daring,” kata Munir.
Adapun ANLDB bagi siswa kelas 5 SD akan dilaksanakan pada 18 hingga 21 November 2025, juga melalui aplikasi SIAGA, dengan jumlah Sampling 13.600 dari 41.883.439 siswa seluruh Indonesia.
Baca juga: Kemenag tetapkan 69.313 guru PAI sebagai peserta PPG batch 2
Baca juga: 260 ribu guru PAI ikuti uji kemampuan baca Al Quran
“Kami ingin memastikan bahwa sejak dini, anak-anak memiliki kemampuan literasi keagamaan yang kuat, tidak hanya dalam aspek pengetahuan, tetapi juga dalam pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Asesmen nasional ini akan dilakukan melalui dua metode utama. Pertama, tes tertulis, berupa soal pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan berpikir peserta. Kedua, tes praktik baca Al Quran, yang menilai kemampuan peserta dalam membaca dan memahami bacaan Al Quran.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































