Kemenag: 440 madrasah terdampak bencana Aceh siap sambut PBM

1 month ago 25

Banda Aceh (ANTARA) - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyatakan bahwa sebanyak 440 dari 500 madrasah semua tingkatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh siap menyambut pembelajaran tatap muka (PBM) pada 5 Januari 2026.

"Berdasarkan data rekapan kesiapan dari kabupaten/kota terdampak, 440 madrasah sudah siap PBM pada 5 Januari," kata Ketua Satgas Tanggap Darurat Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, di Banda Aceh, Jumat.

Untuk madrasah terdampak yang belum siap menyambut PBM pada Januari nanti sebanyak 60 sekolah. Meski demikian, upaya pelaksanaan PBM terus diupayakan dengan sistem kedaruratan.

"Sementara 60 madrasah yang belum siap itu terus berproses berapa kelas dulu, misalnya baru lima kelas siap, maka pembelajaran untuk lima kelas dulu," ujarnya.

Khairul menyampaikan, untuk sekolah yang hilang, roboh atau tidak bisa digunakan lagi, maka pihaknya sudah mencari alternatif pembelajaran, seperti pada tenda-tenda darurat, atau relokasi sementara ke tempat tertentu.

Baca juga: Kemenag: Tujuh RA hingga madrasah hanyut saat bencana alam di Aceh

Contohnya MIN 5 Pidie Jaya di Desa Seunong Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya yang sudah hilang diterjang banjir, anak-anak ditampung untuk belajar pada balai pengajian di balai pengajian desa setempat.

"Kemudian di daerah lain juga sama, kalau misalnya tidak mungkin lagi, mereka berarti di tempat-tempat pengungsian," kata Khairul.

Selain yang terdampak banjir, lanjut Khairul, sementara ini juga ada madrasah yang dimanfaatkan sebagai titik pengungsian warga yang dievakuasi akibat aktifnya gunung api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah (berstatus siaga).

"Burni Telong bergejolak, jadi ada madrasah yang dijadikan tempat pengungsi. Madrasah kita banyak di Bener Meriah dan Aceh tengah dijadikan tempat pengungsi," ujarnya.

Dirinya menegaskan, sejauh ini pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas di daerah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran di tenda-tenda atau mencari tempat lainnya yang mungkin dapat digunakan sementara waktu.

"Insya Allah kita berusaha semaksimal mungkin. Kalau tidak di tempat tenda darurat, berarti mencari lokasi tempat lain yang memungkinkan," demikian Khairul Azhar.

Baca juga: Madrasah di Pidie Jaya, Aceh hilang diterjang banjir bandang

Baca juga: Tidak hanya rumah, Prabowo minta RS, Puskesmas, sekolah diperhatikan

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |