Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita menarik dari Kamis (14/1) dapat disimak kembali, mulai dari Gunung Semeru luncurkan awan panas guguran, BPOM instruksikan Nestle stop sementara distribusi formula bayi, hingga Kemenhaj menghapus fitur edit data kesehatan jemaah haji.
Selengkapnya dapat disimak di sini.
1.) Gunung Semeru kembali luncurkan APG dan banjir lahar hujan
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) dan banjir lahar hujan pada Rabu sore.
"Berdasarkan pengamatan kegempaan pada pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB terekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 20 mm dan lama gempa 2.316 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
2.) BPOM instruksikan Nestle stop sementara distribusi formula bayi
BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi, merespon notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF).
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan di Jakarta, Rabu, bahwa penarikan produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA – Pabrik Konolfingen, Swiss di beberapa negara disebabkan adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam proses produksi.
3.) Kemenhaj hapus fitur edit data kesehatan jamaah haji cegah manipulasi
Kementerian Haji dan Umrah menghapus fitur "edit" pada aplikasi input data kesehatan yang dipegang oleh petugas di daerah guna mencegah manipulasi data kesehatan jamaah haji.
"Tahun ini kita tidak memberikan fasilitas untuk bisa memberikan edit. Kalau sebelumnya kan petugas pemerintah kesehatan itu meng-input sendiri dan dia bisa meng-edit sendiri," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes Haji) Kemenhaj Liliek Marhaendro Susilo kepada awak media usai memberikan paparan dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa malam.
4.) Pemerintah targetkan empat Sekolah Garuda baru beroperasi tahun ini
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan empat Sekolah Garuda baru yang dibangun dapat beroperasi pada tahun ini, atau pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Sesditjen Saintek) M Samsuri mengatakan tiga dari empat Sekolah Garuda baru di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara) telah dalam proses pembangunan dan ditargetkan untuk dapat menampung siswa baru pada tahun ajaran mendatang.
5.) KLH akan gugat perdata 6 perusahaan terkait kontribusi banjir Sumatra
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mengajukan gugatan perdata di pengadilan terhadap enam perusahaan karena diduga berkontribusi terhadap banjir dan longsor di wilayah Sumatra bagian utara dengan nilai gugatan triliunan rupiah.
"Jadi mungkin di tahap awal ini ada enam perusahaan yang akan kita daftarkan gugatan perdatanya di pengadilan terkait dengan kontribusi dalam banjir di Sumatra bagian utara," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq setelah pertemuan dengan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) di Jakarta, Rabu.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































