Keluarga di China kian aktif berolahraga berkat program olahraga

2 weeks ago 11

Jinan (ANTARA) - Pada suatu sore di tengah musim dingin di Binzhou, sebuah kota di Provinsi Shandong, China timur, para siswa dan orang tua mereka membentuk tim campuran untuk mengikuti pertandingan sepak bola keluarga di Sekolah Dasar Eksperimental No. 2 Bincheng.

"Saya sudah bertahun-tahun menggemari sepak bola. Sejak sekolah saya mulai mendorong keluarga kami untuk berolahraga bersama, ayah saya meluangkan lebih banyak waktu untuk berlatih dengan saya," kata Li Heixuan, seorang siswa kelas lima.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pemerintah daerah dan sekolah di China memperkenalkan program olahraga yang dirancang untuk keluarga.
Di Binzhou, program "Kompetisi Olahraga untuk Keluarga" telah diluncurkan di sejumlah sekolah dan komunitas, menurut pejabat Administrasi Olahraga Binzhou Liu Chunhua.

Program ini bertujuan untuk mendorong orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk berolahraga bersama anak-anak, meletakkan ponsel mereka, menghabiskan waktu di luar ruangan, serta melakukan aktivitas bersama melalui olahraga.

Kini, banyak sekolah di Binzhou secara rutin mengadakan sesi olahraga keluarga pada sore hari di hari kerja maupun akhir pekan.

"Kami mendapati bahwa sesi-sesi ini diterima dengan baik oleh keluarga siswa, yang antusias untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik bersama anak-anak mereka," ujar kepala Sekolah Dasar Eksperimental No. 2 Bincheng Fu Ruichou.

Sesi-sesi olahraga ini diselenggarakan dalam bentuk pertandingan mini, lengkap dengan aturan yang telah dimodifikasi, format kompetisi, serta hasil akhir.

Pelatih sepak bola Huang Ruxin mengatakan pertandingan sepak bola keluarga dimainkan di lapangan yang lebih kecil dengan jumlah pemain lebih sedikit, di mana orang dewasa dan anak-anak berada dalam satu tim. Kontak fisik dan jarak tendangan orang dewasa dibatasi guna memastikan anak-anak tetap menjadi pemain utama.

"Kami berharap para orang tua lebih aktif terlibat dalam sesi olahraga, sembari membantu anak-anak membangun rasa percaya diri dan semangat kerja sama tim di lapangan," kata Huang.

Kegiatan lain dalam program ini meliputi bola basket, lompat tali, dan curling, dengan peralatan terstandardisasi, pengaturan tim, sistem penilaian, serta pemeringkatan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara sportivitas dan kompetisi.

Guru pendidikan jasmani di Sekolah Eksperimental Binzhou (Kampus Selatan) Niu Lei mengatakan bahwa siswa dapat belajar tentang nilai-nilai melalui kompetisi, seperti meminta maaf setelah melakukan pelanggaran atau memberi salam setelah meraih kemenangan.

"Anak-anak belajar tentang respek dan disiplin diri, baik saat menang maupun kalah. Itulah esensi olahraga yang paling nyata," ujar Niu.

Pertandingan sepak bola untuk keluarga diadakan di Sekolah Dasar Eksperimental No. 2 Bincheng di Binzhou, Provinsi Shandong, China timur. (ANTARA/Xinhua/Li Aoqiu)

Para pejabat mengatakan program ini juga mendorong kebugaran fisik, interaksi orang tua-anak, serta perkembangan siswa yang sehat

Liu Meng, salah seorang orang tua murid, mengatakan berolahraga bersama anaknya telah mengubah cara mereka berkomunikasi.

"Momen bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama dengan anak saya sulit tercipta di tengah kesibukan," kata Liu.

Para penyelenggara juga mendapati bahwa siswa yang rutin mengikuti program ini cenderung menunjukkan disiplin dan kerja sama tim yang lebih kuat, serta menjadi lebih aktif dalam kegiatan kelompok.

Zhao Xuejun, mantan kepala sekolah di sekolah eksperimental itu, mengatakan sifat-sifat tersebut dapat membantu siswa lebih menonjol dalam kegiatan kelas maupun acara sekolah.

Program ini telah menarik hampir 100.000 keluarga di seluruh Binzhou dan diperluas dengan memasukkan permainan olah pikir seperti catur China.

"Harapan kami adalah melibatkan lebih banyak sumber daya olahraga sosial, sehingga program olahraga keluarga ini dapat berkembang secara lebih berkelanjutan di komunitas lokal," ujar Dong Fengjia, direktur di Administrasi Olahraga Binzhou.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |