Keluaran inovasi Indonesia pada GII lampaui perkembangan ekonominya

1 month ago 24

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menduduki peringkat 55 dari 139 negara dalam Indeks Inovasi Global (GII) 2025, dengan kinerja pada aspek keluaran inovasi yang meningkat delapan peringkat dari posisi 67 ke 59.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia ke dalam kategori overperformer, yaitu negara dengan kinerja inovasi yang melampaui tingkat perkembangan ekonominya.

"Capaian ini menunjukkan bahwa riset kita semakin produktif dan berdampak. Tantangannya ke depan adalah memperkuat innovation input, termasuk pendanaan riset dan kontribusi industri, agar ekosistem inovasi kita semakin seimbang," kata Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Fauzan memaparkan pihaknya mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025.

Baca juga: Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Sekitar Rp2 triliun pendanaan riset telah disalurkan 51 persen kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 49 persen kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional serta delapan industri strategis, meliputi pangan, energi, kesehatan, maritim, pertahanan dan ketahanan bencana , digitalisasi, manufaktur dan material maju, serta hilirisasi dan industrialisasi.

Selain itu, Ditjen Risbang mendanai 16.836 kegiatan riset dan 6.340 kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong hilirisasi melalui 796 produk riset dan 929 kerja sama dengan 624 mitra industri, termasuk kemitraan internasional dengan Australia, Belanda, Prancis, dan Inggris.

Sejalan dengan upaya memperluas kesempatan riset di berbagai perguruan tinggi, porsi riset yang didanai pada PTS meningkat dari 52,6 persen (2024) menjadi 62,2 persen (2025).

"Dari sisi tata kelola, serapan anggaran Ditjen Risbang mencapai 96,6 persen, atau 97,8 persen setelah penyesuaian blokir anggaran," jelasnya.

Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat kolaborasi pendidikan tinggi dengan Singapura

Fauzan juga menyebutkan pihaknya terlibat aktif dalam tanggap darurat bencana di Sumatera melalui program PkM Tanggap Darurat Bencana dengan melibatkan sekitar 3.000 tenaga medis, tenaga kesehatan, dan relawan dari perguruan tinggi.

Capaian lainnya juga menunjukkan kinerja yang melampaui target di sejumlah indikator. Pemetaan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) mencapai 84 lembaga dari target 78.

Dampak publikasi internasional, ungkap Fauzan, juga meningkat dengan rasio sitasi 1,89 (target 1,8) dan h-index 349 (target 318).

Dari sisi hilirisasi, penerimaan Science Techno Park (STP) tercatat Rp93,8 miliar dari target Rp50 miliar (dalam verifikasi), sementara paten granted mencapai 18.006 dari target 17.500 (dalam verifikasi).

Melalui berbagai capaian tersebut, Fauzan menegaskan Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memperkuat peran riset dan inovasi sebagai penggerak pembangunan nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Mendiktisaintek dorong penguatan ekosistem riset secara bersama

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |