Blangkejeren, Gayo Lues (ANTARA) - Warga Desa Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berjuang memulihkan destinasi ekowisata yang hancur setelah kawasan tersebut dilanda banjir bandang pada November 2025.
Kepala Desa Agusen Ramadhan saat ditemui di rumah rumahnya, Kamis, mengatakan kawasan wisata yang sebelumnya ramai dikunjungi kini mengalami kerusakan berat setelah alur sungai berubah dan bukit yang runtuh akibat terjangan banjir.
Sebelum bencana, lanjutnya, lokasi tersebut dikenal sebagai destinasi wisata alam berbasis sungai dengan air jernih dari Pegunungan Leuser yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Baca juga: Kebersamaan warga Agusen menguat di huntara pascabanjir
Beragam aktivitas wisata seperti pemandian alam, arung jeram, tubing, hingga wisata minum kopi di kebun kopi menjadi pilihan yang diminati wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur keagamaan, seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
"Keadaannya emang di situlah tempat pemandian para pengunjung, dari pejabat seperti Pak Bupati Gayo Lues, Kapolres, sering itu berkunjung ke sana mandi dan membawa keluarga mereka berwisata," kata Ramadhan.
Menurut dia, kunjungan wisatawan pada periode libur saat sebelum bencana bahkan mampu mencapai ratusan hingga ribuan orang dalam satu waktu, sehingga memberikan peluang ekonomi bagi warga setempat.
Baca juga: Pemerintah percepat revitalisasi jembatan lintas Blangkejeren-Kutacane
Foto udara lanskap Desa Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (ANTARA/Anggah)Ekowisata ini dikelola oleh warga Desa Agusen yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pendampingan dari BUMDes.
Namun pascabanjir, sebagian besar fasilitas wisata mengalami kerusakan, mulai dari akses jalan, jembatan, hingga sarana penunjang seperti pondok-pondok dan spot foto yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas wisata.
Kondisi kerusakan tersebut membuat kawasan wisata belum dapat difungsikan kembali atau bahkan tutup hingga waktu yang tidak ditentukan untuk pemulihan meskipun sebagian akses sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua secara terbatas.
Baca juga: Sebujang Gayo, jadi tren kaum lelaki Gayo Lues berpakaian
"Sekarang kondisinya jembatannya rusak berat, kemudian tempat pemandian pada aliran sungai yang airnya jernih sekarang sudah tidak ada lagi, sudah berlumpur gitu, tapi kita coba pulihkan ajak masyarakat," cetusnya.
Warga dibantu oleh aparat petugas gabungan TNI/Polri dan relawan dalam upaya pemulihan kawasan wisata Agusen.
Namun, menurut dia, sekarang sedang libur untuk menyambut Idul Fitri dan berlanjut kembali setelah hari raya selesai agar aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat tumbuh dari sektor pariwisata dapat kembali berjalan.
"Enggak ada pemasukan, karena perahu peralatan arung jeramnya hanyut semua, perkantoran BUMDes-nya hanyut, dan alat-alat fasilitas yang dimiliki oleh BUMDes itu semua hanyut beserta kantor-kantornya, administrasi semua hanyut," ungkapnya.
Baca juga: Tak ingin andalkan bantuan, ibu muda di Gayo Lues jadi buruh tani kopi
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































