Jakarta (ANTARA) - PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan sistem keamanan dan pengawasan di Stasiun Whoosh diperkuat selama masa arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengerahkan 1.773 Closed Circuit Television (CCTV) di seluruh area stasiun ataupun jalur kereta.
"KCIC mengoperasikan 1.773 unit CCTV yang tersebar di stasiun, jalur operasional, depo, hingga di dalam rangkaian kereta," ujar Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Emir mengatakan, pengerahan CCTV itu dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang kereta Whoosh dalam keadaan aman saat di dalam stasiun maupun di dalam kereta.
Selain itu, CCTV itu juga dikerahkan untuk memantau seluruh operasional di stasiun maupun di atas kereta agar berjalan dengan aman dan kondusif.
Tidak hanya mengerahkan CCTV, pihaknya juga mengerahkan 551 petugas gabungan untuk menjaga wilayah stasiun selama masa arus mudik.
"Sebanyak 551 personel pengamanan yang terdiri dari petugas pengamanan internal KCIC, petugas security operasional, serta dukungan dari TNI dan Polri yang ditempatkan di stasiun, jalur operasional, hingga area depo," jelas Emir.
Selain itu, pihak KCIC juga menempatkan 309 petugas posko internal perusahaan di seluruh stasiun Whoosh, Posko Pusat Kementerian Perhubungan, serta berbagai area kerja operasional Whoosh.
"Hal itu kami lakukan untuk memantau operasional sekaligus memberikan pelayanan dan bantuan kepada penumpang selama masa angkutan lebaran," jelas Emir.
Dengan adanya prosedur pengamanan ini, Emir berharap seluruh aktivitas penumpang kereta Whoosh selama masa arus mudik bisa berjalan aman dan kondusif.
Baca juga: Cerita pemudik akui perjalanan dengan Whoosh lebih efisien dan cepat
Baca juga: Banjir, KCIC imbau penumpang akses stasiun Whoosh lewat tol atau LRT
Baca juga: Jelang Natal-Tahun Baru, Stasiun KCIC mulai padat sejak Rabu pagi
Pewarta: Walda Marison
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































