Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mengundang pabrikan biofarmasi China SINOVAC untuk melakukan investasi dan kerja sama jangka panjang termasuk di bidang riset di Indonesia.
"Kerja sama Indonesia dan SINOVAC tidak hanya relevan dalam konteks penanganan pandemi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke arah riset dan inovasi vaksin yang berkelanjutan," kata Wakil Duta Besar RI untuk Republik Rakyat China Irene dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA di Beijing, Rabu.
Irene menyampaikan hal tersebut saat menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan SINOVAC di Beijing pada Jumat (6/2).
Dalam acara yang dihadiri CEO SINOVAC Yin Weidong tersebut, Irene menjadi satu-satunya perwakilan negara di kawasan Asia yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan.
"Sejak masa paling awal pandemi COVID-19, SINOVAC telah menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Kerja sama ini dibangun atas dasar kepercayaan dan tanggung jawab bersama," tambah Irene.
Irene juga menyoroti pentingnya transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas melalui kolaborasi riset dan inovasi yang telah dan tengah dijalankan oleh SINOVAC.
Menurutnya, kerja sama ini dapat menjadi sarana strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem riset kesehatan nasional, termasuk pengembangan sumber daya manusia dan institusi riset di bidang bioteknologi dan vaksin.
Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu pesan utama dari kerja sama itu adalah perlunya kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman kesehatan masyarakat di masa mendatang.
"Investasi pada riset, inovasi, dan kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan global," ungkap Irene.
Indonesia, kata Irene, menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC di Indonesia, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin, penguatan ekosistem industri kesehatan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Ke depan, kerja sama Indonesia-SINOVAC diharapkan dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi upaya kesehatan masyarakat di tingkat regional dan internasional," tutup Irene.
Acara tersebut juga menjadi ajang pertemuan dengan para duta besar dan diplomat senior negara mitra untuk membahas perkembangan industri biomedis serta peluang kerja sama kesehatan ke depan.
SINOVAC merupakan perusahaan bioteknologi asal Tiongkok yang bergerak di bidang penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin.
Perusahaan ini ikut berperan dalam penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia, terutama pada fase awal pandemi, sebagai salah satu mitra penyedia vaksin bagi program vaksinasi nasional.
Baca juga: Wakil Dubes Irene perkenalkan diri ke masyarakat di Beijing
Baca juga: KBRI Beijing tidak ingin hubungan ekonomi Indonesia-China "autopilot"
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































