Banda Aceh (ANTARA) - Polda Aceh mengerahkan 855 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) ke polres jajaran dalam rangka penanggulangan dan penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Jumat, mengatakan pengerahan personel BKO tersebut merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa-II Tahun 2025.
"Operasi ini difokuskan untuk merespons cepat dan meningkatkan kapasitas penanganan bencana, serta memastikan terciptanya rasa aman bagi masyarakat di daerah terdampak," katanya.
Sebelumnya, lanjut dia, sebanyak 3.500 personel jajaran polres pada Polda Aceh sudah dikerahkan sebagai wujud respons cepat dalam membantu masyarakat korban banjir.
Baca juga: BNPB: 35 meninggal, 25 hilang, 4.846 KK mengungsi imbas bencana Aceh
Marzuki Ali Basyah mengatakan masyarakat di Provinsi Aceh saat ini menghadapi situasi kedaruratan akibat bencana banjir dan longsor. Bencana tersebut terjadi di 18 kabupaten/kota.
Bencana alam tersebut menyebabkan akses transportasi terganggu, jaringan komunikasi terputus, serta meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga bantuan, evakuasi, dan distribusi logistik.
Marzuki mengatakan tujuan utama pengerahan 855 personel BKO tersebut untuk memperkuat kemampuan pencarian, penyelamatan, evakuasi, dan layanan kesehatan terhadap masyarakat korban banjir.
Selain itu untuk mendukung pendistribusian bantuan logistik secara cepat, tepat, dan merata, serta menjaga stabilitas kamtibmas selama masa tanggap darurat agar situasi tetap terkendali.
Baca juga: Banjir Aceh, SAR Bireuen evakuasi 99 warga & temukan lansia meninggal
"Saya percaya personel Polda Aceh memiliki jiwa militan dan selalu terpanggil untuk tugas kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan akibat bencana," kata Marzuki Ali Basyah.
Ia menambahkan personel BKO tersebut ditempatkan pada wilayah yang terdampak paling parah, seperti Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tengah. Kemudian juga Kabupaten Aceh Barat, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Jaya, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
"Ini adalah misi kemanusiaan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan wujud nyata kepedulian, empati, dan tanggung jawab moral untuk memberikan perlindungan serta bantuan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," kata Marzuki Ali Basyah.
Baca juga: Basarnas evakuasi pelajar-guru terjebak banjir dua hari di Pidie Jaya
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































