Kaltim-YKAN konsisten kelola bentang alam lindungi biodiversitas

1 week ago 13

Samarinda (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) konsisten mengelola bentang alam Wehea-Kelay di Kabupaten Kutai Timur hingga Berau untuk melindungi biodiversitas hutan baik flora maupun fauna.

"Sekitar 80 persen dari luas kawasan Wehea-Kelay masih berupa hutan yang berpotensi menyimpan 191 juta ton CO₂ equivalen, sehingga berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim," kata Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto di Samarinda, Minggu.

Kawasan ini ditentukan mengikuti sebaran orang utan Kalimantan, yaitu sungai-sungai besar seperti Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian kecil hulu Sungai Telen.

Selain menjadi habitat satwa langka, Wehea-Kelay merupakan hulu penting bagi Sungai Mahakam dan Sungai Segah. Lebih dari 5.000 km daerah aliran sungai mengalir ke Kabupaten Berau dan Kutai Timur, memberikan jasa lingkungan seperti fungsi hidrologis dan udara bersih.

"Untuk itu, sejak 2015 Pemerintah Provinsi Kaltim bersama YKAN juga mengajak berbagai pihak untuk mengelola kawasan ini. Bahkan, studi terakhir pada 2025 menunjukkan adanya penambahan temuan jenis flora dan fauna dari pendataan awal," katanya.

Baca juga: Pemprov Kaltim petakan kawasan pengembangan ekowisata berkelanjutan

Ini berarti pengelolaan kolaboratif di Wehea-Kelay telah memberikan dampak positif yakni kepentingan ekonomi, lingkungan dan sosial budaya dapat berjalan secara bersama-sama dengan menjaga nilai biodiversitas, salah satunya habitat orang utan yang berada di luar kawasan konservasi.

Selain fokus pada perlindungan ekosistem, ujar Herlina, pengelolaan kawasan juga mencakup pemanfaatan hasil hutan bukan kayu melalui inovasi bioprospeksi.

Sedangkan kajian terhadap 60 jenis tumbuhan hutan yang terinspirasi dari pakan orang utan, ditemukan bahwa 11 di antaranya berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi, seperti kandungan fitokimia untuk kesehatan, antidiabetes, antikanker, dan sitotoksisitas.

Jenis-jenis tumbuhan yang telah diteliti dan memiliki potensi medisinal serta nutrisi ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan manusia, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi bioprospeksi.

Dalam perkembangan dari tahun ke tahun, pengelolaan Wehea-Kelay melibatkan 23 pihak mulai pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan LSM seperti YKAN.

Baca juga: Kaltim-YKAN kelola ekosistem pesisir untuk mitigasi perubahan iklim

"Dari sektor swasta, mayoritas merupakan pemegang konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Alam (PBPH-HA) dan telah mengantongi sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari serta Forest Stewardship Council (FSC). Selain itu, Hutan Lindung Wehea dikelola oleh Masyarakat Adat Wehea, menegaskan peran penting komunitas lokal," katanya.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |