Kaltim bangun tambat tongkang senilai Rp28 miliar mulai April 2026

15 hours ago 2
Fasilitas ini diprioritaskan secara khusus untuk kapal jenis ponton atau tongkang yang sedang menunggu antrean melintasi kolong (pengolongan) jembatan, sehingga armada tersebut tidak lagi memadati jalur utama yang sibuk,

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah mempercepat realisasi proyek senilai Rp28 miliar pembangunan fasilitas penambatan kapal ponton batu bara di Sungai Mahakam yang dimulai sekitar April 2026 demi menata alur pelayaran.

"Pembangunan fisik tambat ini diharapkan dimulai pada sekitar April ini dan diproyeksikan rampung enam bulan," kata Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Ahmad Maslihuddin di Samarinda, Selasa.

Fasilitas infrastruktur perhubungan sungai ini dibangun di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Lais dan Sungai Kunjang, sebagai respons pemerintah atas maraknya kapal yang memarkir armadanya secara ilegal di badan sungai.

Maslihuddin menjelaskan bahwa penyediaan tempat tambat resmi ini krusial untuk menekan keberadaan operator tambat liar yang menyebabkan kapal parkir sembarangan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas Sungai Mahakam.

Baca juga: Penabrak Jembatan Mahakam tanggung perisai pilar kucurkan Rp27 miliar

Keberadaan kapal-kapal yang parkir liar di tengah sungai tersebut dinilai berisiko tinggi karena dapat mempersempit alur pelayaran bagi kapal lain dan secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan di perairan Mahakam.

"Fasilitas ini diprioritaskan secara khusus untuk kapal jenis ponton atau tongkang yang sedang menunggu antrean melintasi kolong (pengolongan) jembatan, sehingga armada tersebut tidak lagi memadati jalur utama yang sibuk," kata Maslih.

Pihak Dishub Kaltim berkomitmen segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menerbitkan surat edaran resmi guna mewajibkan para nakhoda dan pemilik kapal untuk mengarahkan armada masuk ke lokasi tambat yang telah disediakan pemerintah.

Alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp28 miliar tersebut dipastikan mencukupi untuk membiayai konstruksi fisik di kedua titik tambat agar memenuhi standar teknis dan keselamatan pelayaran yang berlaku.

Baca juga: BBPJN uji kelayakan Jembatan Mahakam usai tertabrak tongkang

Pengelolaan operasional fasilitas tambat ini bakal diserahkan secara profesional kepada mitra daerah, yakni Perusda Melati Bhakti Satya, guna memastikan manajemen kepelabuhanan yang legal, tertib, dan akuntabel sesuai regulasi.

"Kami berharap dengan fasilitas penambatan ini, kesemrawutan lalu lintas angkutan air di area sekitar Jembatan Mahakam dapat terurai dan keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam semakin terjamin," demikian Maslih.

Baca juga: Pelindo bakal pasang sensor cegah penabrakan ke Jembatan Mahakam

Baca juga: Pelindo beri penjelasan insiden kapal tongkang tabrak Jembatan Mahakam

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |