JK: Ryamizard beri kontribusi besar bagi pertahanan-keamanan negara

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menilai mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan tokoh militer yang memberikan kontribusi besar bagi keamanan dan pertahanan negara selama pengabdiannya di TNI dan pemerintahan.

JK menyampaikan duka cita atas wafatnya Ryamizard Ryacudu yang meninggal dunia pada Minggu.

"Beliau merupakan seorang tokoh dan jenderal yang selama hidupnya memberikan sumbangan besar bagi keamanan negara serta pengabdian sebagai anggota tentara," kata Jusuf Kalla dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kepergian Ryamizard menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia mengingat peran dan dedikasinya dalam menjaga kepentingan negara. JK juga menyinggung latar belakang keluarga almarhum yang memiliki tradisi panjang pengabdian di lingkungan militer.

"Ini merupakan kehilangan besar bagi kita semua atas wafatnya almarhum Jenderal Ryamizard Ryacudu," ujarnya.

Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai salah satu perwira senior TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 2002-2005. Setelah memasuki masa purnatugas, ia kembali mendapat amanah sebagai Menteri Pertahanan RI periode 2014-2019.

Selama berkarier, Ryamizard dikenal aktif dalam berbagai upaya penguatan pertahanan nasional dan pembangunan kapasitas institusi pertahanan di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.

Jusuf Kalla juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi duka.

"Sekali lagi, kami mengucapkan duka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak di sisi-Nya," kata JK.

Baca juga: Prabowo sampaikan duka cita wafatnya Ryamizard Ryacudu

Baca juga: Tokoh militer dan pejabat negara melayat Ryamizard di Cikeas

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |