Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia harus memperkuat ilmu pengetahuan, teknologi, riset serta memperbanyak wirausaha muda dalam menghadapi ketidakpastian global.
JK saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Ke-23 FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Rabu, mengatakan dunia tengah menghadapi krisis akibat konflik geopolitik. Di sisi lain, karakter perang mengalami perubahan.
"Perang sekarang bukan lagi soal berapa banyak pasukan yang dimiliki, tetapi berapa banyak teknologi, roket, drone, dan kemampuan sains yang dimiliki suatu negara," kata dia, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta.
Karakter peperangan modern telah berubah dari perang konvensional menjadi perang berbasis teknologi. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan riset dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing bangsa.
JK mencontohkan kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan karena didukung penguasaan teknologi dan riset serta keberhasilan Amerika Serikat (AS) mengembangkan teknologi melalui sinergi universitas dan industri, seperti yang terjadi di Silicon Valley.
Indonesia, kata dia, masih menghadapi sejumlah tantangan besar, mulai dari ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim, kebutuhan energi yang terus meningkat hingga persoalan produktivitas nasional.
Menurut dia, untuk mencapai target sebagai negara berpendapatan tinggi pada masa mendatang, Indonesia harus mampu meningkatkan pendapatan per kapita secara signifikan melalui peningkatan produktivitas dan inovasi.
"Negara maju selalu dibangun oleh universitas yang baik, riset yang baik, penelitian yang baik, dan pemanfaatan kecerdasan yang baik," ujarnya.
JK juga mendorong mahasiswa untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Ia menilai semangat kewirausahaan harus menjadi bagian penting dari pendidikan tinggi agar mampu melahirkan generasi yang mandiri dan produktif.
"Jangan hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi bagaimana memperkerjakan orang lain. Cara berpikir itu harus diubah jika kita ingin maju bersama," ucapnya.
Ia lebih lanjut mengajak mahasiswa, akademisi, dan masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan global dengan mengedepankan ilmu pengetahuan, teknologi, produktivitas serta semangat kewirausahaan.
"Anak-anak muda dan para ilmuwan dibutuhkan untuk mempraktikkan ilmunya dalam hal-hal nyata. Itulah harapan kita semua untuk membangun bangsa yang lebih maju," kata JK.
Baca juga: JK: Kreativitas dan kepercayaan jadi kunci dorong pertumbuhan ekonomi
Baca juga: JK: Perbaikan tata kelola ekspor batu bara untuk dongkrak pendapatan
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































