GMF Aero Asia bidik laba bersih 34,47 juta dolar AS 2026

1 hour ago 3
Tahun 2026, kami menargetkan pendapatan mencapai 542,79 juta dolar AS. EBITDA sebesar 81,82 juta dolar AS, dan laba bersih sebesar 34,47 juta dolar AS

Jakarta (ANTARA) - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menargetkan laba bersih yang tumbuh menjadi senilai 34,47 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026, dengan pendapatan ditargetkan tumbuh menjadi 542,79 juta dolar AS.

"Tahun 2026, kami menargetkan pendapatan mencapai 542,79 juta dolar AS. EBITDA sebesar 81,82 juta dolar AS, dan laba bersih sebesar 34,47 juta dolar AS ," ujar Direktur Keuangan GMF Tri Hartono dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Rabu.

Untuk tahun 2026, perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui penguatan kapabilitas dan kapasitas layanan perawatan, perluasan pasar internasional dan peningkatan kontribusi pelanggan di luar grup dan afiliasi.

Kemudian, juga pengembangan bisnis non-commercial aircraft, diversifikasi bisnis aerostructure, serta peningkatan efisiensi dan ketahanan keuangan perusahaan.

“Dengan prospek industri yang positif, berbagai proyek ekspansi strategis, serta disiplin pengelolaan risiko dan likuiditas, GMFI berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Tri.

Baca juga: GMFI catatkan laba bersih sebesar 33,9 juta dolar AS

Terkait ekspansi domestik, perseroan memperkuat kerja sama dengan Pelita Air Service di Bandara Pondok Cabe, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026, yang mana akan difokuskan untuk perawatan pesawat turbo-propeller ATR dan rotary wing (helikopter Bell-412).

Perseroan juga akan melanjutkan tahapan proyek pengembangan Airspace Park berkolaborasi dengan Kementerian Bappenas dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Selain itu, juga menangkap peluang dari pemerintah yang berencana melakukan modernisasi alutsista, termasuk memanfaatkan skema offset dari pembelian pesawat militer baru untuk meningkatkan kapabilitas perawatan armada pertahanan domestik.

Sementara untuk ekspansi mancanegara, perseroan menyatakan akan melalui operasional fasilitas hanggar baru dengan skema joint venture untuk bisnis di kawasan Timur Tengah.

Pada kuartal I- 2026, GMF Aero Asia membukukan pendapatan senilai 114,94 juta dolar AS, atau tumbuh 20,53 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan senilai 6,76 juta dolar AS, atau tumbuh 78,28 persen (yoy).

“Pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari strategi ekspansi pasar, peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, serta optimalisasi operasional yang didukung implementasi program perbaikan berkelanjutan (continuous improvement),” ujar Tri.

Baca juga: GMF cetak laba bersih 6,7 juta dolar AS pada kuartal I 2026

Baca juga: GMF dan BIJB "groundbreaking" pembangunan Kertajati Aerospace Park

Baca juga: GMF AeroAsia setujui inbreng lahan Angkasa Pura senilai Rp5,66 triliun

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |