Moskow (ANTARA) - Pemerintah Jerman akan mengalokasikan bantuan kemanusiaan senilai 212 juta euro (Rp4,2 triliun) untuk Sudan dan negara di sekitarnya, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul di Berlin, Rabu.
"Jerman akan mengalokasikan 212 juta euro bantuan kemanusiaan untuk Sudan dan negara-negara tetangga," kata Wadephul di sela-sela konferensi internasional untuk memperingati tiga tahun pecahnya perang Sudan.
Konferensi itu bertujuan untuk mendorong gencatan senjata segera dan memobilisasi dukungan tambahan bagi penduduk Sudan yang terdampak perang.
Wadephul juga menyerukan kepada negara-negara lain, organisasi, dan para pengusaha untuk berpartisipasi dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terdampak perang.
Sebelumnya, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman menyatakan akan memberikan bantuan tambahan untuk kemanusiaan kepada Sudan senilai 20 juta euro (Rp404 miliar) di tahun 2026.
Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan mengatakan pihaknya memprioritaskan dukungan bagi perempuan dan anak-anak di Sudan karena yang paling menderita akibat perang.
Sejak 15 April 2023, pertempuran sengit telah berlangsung di Sudan antara Pasukan Pendukung Cepat (RSF) dan militer. Komite Palang Merah Internasional telah menekankan bahwa pertempuran yang terus berlanjut dapat menyebabkan wabah penyakit dan keruntuhan fatal terhadap sistem perawatan kesehatan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: PBB: 2.042 orang tewas akibat serangan ke layanan medis Sudan
Baca juga: Pengungsi Sudan mulai kembali ke negaranya seiring situasi membaik
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































