Jepang kirim delegasi ke Greenland kaji tambang logam tanah jarang

6 days ago 4

Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang akan mengutus sejumlah pakar ke Greenland di musim panas tahun ini untuk mempelajari potensi penambangan logam tanah jarang dan mineral-mineral strategis lainnya, lapor harian Nikkei.

Menurut laporan itu, para ahli akan berkonsultasi dengan Pemerintah Otonom Greenland serta meninjau lokasi tambang yang saat ini sedang dipersiapkan untuk kegiatan penambangan logam tanah jarang.

Langkah tersebut dilakukan Jepang sebagai upaya mendiversifikasi sumber pasokan logam tanah jarang di tengah tingginya ketergantungan pasar global terhadap China. Saat ini, China menyumbang sekitar 70 persen produksi logam tanah jarang dunia, termasuk disprosium, mineral yang menjadi komponen penting dalam mesin kendaraan listrik.

Nikkei melaporkan bahwa Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS) memperkirakan cadangan logam tanah jarang Greenland mencapai 1,5 juta ton, menempatkan wilayah tersebut di peringkat ke-delapan dunia.

Berdasarkan potensi tersebut, Jepang berencana mempelajari jenis sumber daya yang tersedia, besaran cadangan, serta biaya produksi guna menilai kelayakan dan skala investasi yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Jepang di masa mendatang.

Pada November 2025, delegasi gabungan pemerintah dan sektor swasta Jepang telah mengunjungi sebuah tambang feldspar yang beroperasi di Greenland.

Menurut Nikkei, pihak Jepang menilai tambang tersebut tetap memiliki potensi bisnis meskipun beroperasi di lingkungan dengan kondisi cuaca yang sangat dingin.

Feldspar adalah kelompok mineral silikat yang menjadi salah satu komponen utama pembentuk kerak bumi. Mineral ini sangat umum ditemukan pada batuan beku, metamorf, maupun sedimen. Adapun kerak bumi tersusun atas sekitar 60 persen feldspar, 12 persen kuarsa, dan sisanya berbagai mineral lain.

Karena itu, feldspar termasuk mineral paling melimpah di Bumi, meskipun nilainya secara ekonomi umumnya tidak setinggi logam tanah jarang, emas, tembaga, atau litium.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: Prancis, Greenland sepakat perkuat kerja sama mineral kritis

Baca juga: Kanada dan Greenland sepakati kerja sama mineral kritis dan energi

Baca juga: Trump bantah ambisi Greenland didorong kepentingan soal mineral

Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |